Yayasan Cahaya Cinta Kasih Bantu Mahasiswa Kelola Stres Lewat Program SOUL Reflection di Bandung

Jbm.co.id-BANDUNG | Tingginya tekanan akademik dan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengembangan diri.
Untuk itu, Yayasan Cahaya Cinta Kasih melakukan kegiatan Buka Lembaran Baru berupa bedah buku interaktif bertajuk “SOUL Reflection” karya Bunda Arsaningsih di Bandung.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mahasiswa SATU University. Para peserta mengikuti rangkaian refleksi diri yang dirancang untuk membantu mereka memahami kondisi emosional, mengelola stres, serta menemukan perspektif baru dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Berbeda dengan seminar atau webinar pada umumnya, SOUL Reflection mengusung pendekatan yang lebih personal dan interaktif. Peserta diajak membuka halaman buku secara acak untuk menemukan pesan-pesan reflektif yang dianggap relevan dengan situasi yang sedang mereka alami.
Fran Sumawijaya, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi SATU University Bandung, mengaku awalnya meragukan metode yang digunakan karena latar belakangnya yang berbasis sains. Namun pengalaman yang diperolehnya justru memberikan kesan berbeda.
“Jujur, sebagai orang yang berpikir saintifik, awalnya saya ragu. Namun setelah bergabung dan membuka buku ini secara acak, isinya ternyata tidak serandom itu. Pesan-pesannya sangat mendalam (insightful) dan mencerahkan. Acara ini sangat anti-mainstream, tidak membosankan seperti webinar biasa, dan berhasil membangun kebersamaan yang kuat antarpeserta,” kata Fran saat ditemui di lokasi acara.
Selain memberikan pengalaman refleksi diri, kegiatan ini juga dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan mental mahasiswa. Peserta dari kalangan mahasiswa Psikologi menilai program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi yang penting dalam kehidupan sehari-hari maupun profesi di masa depan.
“Sebagai mahasiswa psikologi, kegiatan ini sangat kami butuhkan. Sebelum kita membagikan kebaikan kepada orang lain, tentu kita harus bisa berdamai dengan diri kita sendiri dan belajar untuk lebih banyak bersyukur,” kata Azis Abdul Rahim, mahasiswa Psikologi SATU University.
Koordinator SOUL Community Bandung, dr. Putu Santhi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan dari para donatur dan mitra, termasuk Mama Molen, turut membantu penyediaan suvenir bagi peserta yang sekaligus menjadi akses untuk mengikuti program lanjutan berupa meditasi online gratis setiap pekan.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan kembali berlipat ganda. Melalui dukungan suvenir yang disiapkan, para peserta kini dapat terus memperbarui informasi mengenai kegiatan Yayasan Cahaya Cinta Kasih serta mendapatkan akses langsung ke link meditasi meditasi online mingguan kami,” tutur dr. Putu Santhi.
Melalui program SOUL Reflection, Yayasan Cahaya Cinta Kasih menegaskan komitmennya dalam menyediakan ruang aman dan lingkungan positif bagi generasi muda Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan kalangan muda menjaga kesehatan mental, meningkatkan kualitas hidup, serta menemukan kedamaian batin di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Didirikan pada tahun 2012 oleh Bunda Arsaningsih, Yayasan Cahaya Cinta Kasih merupakan organisasi sosial yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan pembentukan karakter berbasis cinta kasih melalui metode SOUL.
Selain aktif menggelar kegiatan sosial, yayasan juga mengembangkan berbagai program pendidikan karakter bagi anak-anak sekolah serta aksi sosial melalui program Soul Action yang melibatkan relawan dan masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. (ace).




