Wagub Giri Prasta Terjun Langsung Tanam 1.000 Mangrove Bersama SMSI Bali di Tahura Ngurah Rai

Jbm.co.id-DENPASAR | Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri kegiatan Aksi Tanam 1.000 Mangrove bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Senin, 9 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Arboretum Park tersebut tidak hanya dihadiri secara seremonial oleh Wagub Bali. Giri Prasta bahkan turun langsung ke lokasi penanaman yang berlumpur dan tergenang air untuk menanam mangrove bersama para peserta.

Disela-sela kegiatan, Giri Prasta juga menyimak penjelasan dari Rossy, perwakilan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, mengenai upaya revitalisasi kawasan mangrove di area Arboretum yang merupakan lahan milik Pelindo.
Revitalisasi kawasan tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait akses jembatan untuk mengantisipasi kondisi pasang surut air laut di kawasan hutan bakau.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sesuai kebutuhan yang ada. Salah satunya membantu membuatkan jembatan di Arboretum untuk edukasi. Serta untuk akses aman dan mengantisipasi pasang surut air laut,” kata Giri Prasta.
Giri Prasta menjelaskan, mangrove memiliki banyak manfaat penting bagi ekosistem alam, mulai dari menahan gelombang laut, menjadi habitat biota laut, hingga menghasilkan oksigen bagi lingkungan sekitar.
Di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung, tercatat terdapat sekitar 1.337 hektare kawasan mangrove. Ekosistem pesisir tersebut dinilai perlu terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan.
“Dalam visi Bali Era Baru yang dicanangkan Gubernur Bali, menjaga alam beserta isinya ini, harus dilakukan secara bersama-sama. Menjaga mangrove dengan baik, maka semesta akan berpihak kepada kita,” kata Giri Prasta.
Ia juga mengapresiasi SMSI Bali yang memilih kegiatan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari peringatan hari jadi organisasi tersebut sekaligus rangkaian Hari Pers Nasional 2026.
“Saya juga apresiasi kepada SMSI Bali yang memilih kegiatan merawat Pertiwi pada hari jadinya yang kesembilan dan rangkaian hari pers nasional 2026,” tambahnya.
Arboretum Park yang berada di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa sebelumnya mengalami kerusakan mangrove hingga mencapai 12 hektare pada tahun 2018. Secara bertahap, proses revitalisasi kawasan ini terus dilakukan dengan dukungan komunitas Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.
Kedepan, Giri Prasta berharap Arboretum Park dapat berkembang menjadi kawasan wisata sekaligus pusat edukasi mangrove bagi masyarakat.
Selain berfungsi sebagai penyangga kawasan pesisir, kawasan hutan bakau tersebut juga diharapkan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
“Boleh saja ke depan ada karcis masuk, misalnya Rp100 ribu dan uangnya akan diberikan oleh pengelola. Itu kan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, semesta ini bisa kita jaga dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian lingkungan yang ditunjukkan SMSI Bali tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi juga diikuti oleh pemberitaan yang memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
“Kita punya prinsip, satu mangrove sejuta manfaat. Kalau akhir-akhir ini ada persoalan, kenapa mangrove mati, kita harus mengetahui secara pasti, matinya mangrove karena pipa pertamina yang bocor atau bagaimana, kita positif thinking dulu. Tapi yang jelas, kota semua sepakat menjaga Pulau Dewata,” kaya Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. (red).



