Wagub Giri Prasta Tegaskan Komitmen Pemprov Bali Kucurkan Rp5 Miliar Lebih untuk Korban Bencana di Buleleng

Jbm.co.id-BULELENG | Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam mempercepat penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.
Bahkan, Pemprov Bali telah menggelontorkan bantuan lebih dari Rp5 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Buleleng hingga November 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, saat menyerahkan bantuan bedah rumah, bantuan sosial korban bencana dan musibah, serta bantuan penguatan ekonomi masyarakat di Kantor Camat Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan bedah rumah sebesar Rp75 juta kepada masing-masing penerima, yakni Wayan Rediasa, warga Banjar Dinas Tukad Ampel, dan Made Manis, warga Banjar Dinas Kuta Banding, Kecamatan Kubutambahan.
Namun, saat mengunjungi rumah Made Manis, Wagub Giri Prasta mendapat informasi bahwa penerima bantuan tersebut telah meninggal dunia.
Berdasarkan kesepakatan keluarga, rumah yang akan diperbaiki nantinya diperuntukkan bagi cucunya.
Tak hanya itu, Pemprov Bali juga mengalokasikan anggaran Rp3,75 miliar untuk program bedah rumah sebanyak 50 unit di Kecamatan Kubutambahan dan Tejakula. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar dapat menempati rumah yang lebih layak.
Selain program bedah rumah, bantuan sosial juga menyasar perbaikan 24 unit rumah warga terdampak bencana dan musibah, penguatan ekonomi bagi 14 penerima, serta perbaikan tiga tempat suci atau tempat ibadah.
Wagub Giri Prasta menegaskan penanganan bencana tidak boleh berjalan lambat. Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat harus diperkuat agar masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan.
“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat harus berjalan dengan baik. Sampai bulan November ini, Pemerintah Provinsi Bali telah menyalurkan lebih dari Rp5 miliar untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.
Mantan Bupati Badung dua periode tersebut menjelaskan Pemprov Bali memiliki mekanisme penyaluran bantuan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan darurat yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, termasuk bencana alam maupun kebakaran.
Mekanisme pemberian bantuan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 54 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sosial untuk Korban Bencana/Musibah.
Wagub Giri Prasta mencontohkan warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran dapat memperoleh bantuan perbaikan hingga Rp50 juta. Pemerintah juga menyediakan bantuan penguatan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak musibah.
Oleh karena itu, Wagub Giri Prasta meminta masyarakat tidak menunda pelaporan apabila mengalami bencana atau musibah. Laporan harus segera disampaikan kepada aparat desa atau perbekel untuk diteruskan kepada camat dan BPBD kabupaten.
“Kalau ada yang terkena musibah, langsung lapor ke aparat desa atau perbekel, kemudian diteruskan ke camat. Pak Camat wajib melaporkan ke BPBD Kabupaten. Karena di Provinsi ada regulasi, penanganannya tidak boleh lebih dari satu bulan, harus segera. Jadi, kalau ada kejadian, langsung dilaporkan agar bisa segera diproses,” tegasnya.
Menurut Wagub Giri Prasta, kecepatan pelaporan menjadi salah satu faktor penting agar proses verifikasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Wagub Giri Prasta juga meminta jajaran pemerintah daerah aktif menyosialisasikan mekanisme bantuan tersebut sehingga masyarakat mengetahui hak dan prosedur yang harus ditempuh ketika mengalami musibah.
Wagub Giri Prasta menegaskan dibawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, Pemprov Bali terus berupaya memastikan kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang menghadapi persoalan ekonomi akibat bencana.
“Pak Gubernur Bali memiliki program bedah rumah, di mana masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp75 juta. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah warga penerima bantuan di Kecamatan Kubutambahan.
Editor: Putu Wiguna




