Wagub Giri Prasta Bantu 27 Petani Gagal Panen di Jembrana Soroti Krisis Pasokan Air Irigasi

Jbm.co.id-JEMBRANA | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyalurkan bantuan sosial penguatan ekonomi kepada 27 petani terdampak kekeringan dan gagal panen di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah atas kerugian petani, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi keluarga ditengah persoalan keterbatasan air irigasi.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menyerahkan bantuan sosial di Balai Subak Pangkung Buluh, Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11/2026).
Sebanyak 27 petani penerima bantuan berasal dari Subak Peh, Subak Pangkung Buluh, dan Subak Tegal Jati. Mereka mengalami kerugian akibat terbatasnya pasokan air irigasi selama musim kemarau yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada empat perwakilan petani, yakni I Ketut Kaler sebesar Rp20 juta, I Ketut Waca Rp15,6 juta, I Ketut Malya Rp8,9 juta, dan I Made Winata Rp8,4 juta.
“Ini program dari Pemerintah Provinsi Bali. Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat petani yang terdampak gagal panen,” kata Wagub Giri Prasta.
Wagub Giri Prasta menegaskan, pemerintah tidak ingin petani yang telah bekerja keras justru harus menanggung kerugian akibat bencana kekeringan tanpa mendapatkan perhatian dan dukungan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu pemulihan usaha pertanian, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Bali.
Namun, persoalan yang dihadapi petani Jembrana ternyata tidak hanya berkaitan dengan kekeringan.
Dalam dialog bersama Wagub, sejumlah petani turut mengungkapkan persoalan infrastruktur irigasi dan harga jual hasil pertanian yang belum memberikan keuntungan optimal.
I Ketut Kaler mengeluhkan semakin berkurangnya debit air irigasi yang berdampak atas produktivitas lahan dan pendapatan krama subak.
“Kami berharap pemerintah turut memperhatikan stabilitas harga hasil pertanian,” paparnya.
Sementara itu, I Ketut Waca menyoroti kebocoran saluran irigasi yang menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal.
Ketut Waca juga mengusulkan perbaikan sumur bor serta penggantian pompa berbahan bakar solar menjadi pompa listrik. Pasalnya, ketersediaan solar selama ini menjadi salah satu kendala operasional petani.
“Kami berharap sumur bor yang ada dapat diperbaiki dan menggunakan tenaga listrik. Selama ini penggunaan bahan bakar solar menjadi kendala karena sulit diperoleh,” kata Ketut Waca.
Menanggapi keluhan tersebut, Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya penanganan persoalan air melalui konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
Wagub Giri Prasta mengajak pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan krama subak untuk bersinergi menjaga kawasan hulu bendungan melalui penghijauan dan penanaman pohon.
Secara khusus, Wagub Giri Prasta menyoroti kawasan hulu Bendungan Benel dan Bendungan Palasari yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.
“Disini ada Bendungan Benel dan Bendungan Palasari. Kita harus mulai melakukan penanaman pohon yang mendukung kelestarian sumber air di kawasan hulu bendungan. Ini untuk kepentingan jangka panjang, bagi anak cucu dan generasi mendatang,” tegasnya.
Menurut Wagub Giri Prasta, konservasi kawasan hulu menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan air irigasi sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan sumur bor.
Upaya tersebut juga sejalan dengan nilai kearifan lokal Bali melalui perayaan Tumpek Uduh yang mengajarkan penghormatan dan pemuliaan terhadap tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan.
Selain persoalan irigasi, Wagub Giri Prasta turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga hasil pertanian agar petani memperoleh pendapatan yang layak.
Wagub Giri Prasta menyebut persoalan harga telah dikoordinasikan dengan tim pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga pasar sekaligus melindungi kepentingan petani, khususnya saat musim panen.
“Ini tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan, sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami akan berupaya menjaga agar harga hasil pertanian tidak jatuh saat musim panen,” tegas Wagub Giri Prasta.
Melalui bantuan tersebut, Pemprov Bali berharap petani terdampak gagal panen dapat kembali menjalankan aktivitas pertanian.
Disisi lain, pembenahan infrastruktur irigasi, konservasi sumber air, dan stabilisasi harga menjadi pekerjaan penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.
Editor: Putu Wiguna




