Musda IV KPPI Bali Satukan Kekuatan Lintas Partai: Saatnya Perempuan Politik Ambil Peran Lebih Besar

Jbm.co.id-DENPASAR | Musyawarah Daerah (Musda) IV Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat perjuangan perempuan dalam panggung politik.
Penguatan kapasitas perempuan lintas partai hingga tingkat kabupaten/kota menjadi salah satu agenda utama yang mengemuka dalam forum tersebut.
Menariknya, Musda IV KPPI Bali mengusung tema “Perempuan Politik Bali Tangguh, Berdaya dan Berkelanjutan dalam Mewujudkan Demokrasi yang Inklusif” di Gedung DPRD Provinsi Bali, Sabtu (7/11/2026).
Forum ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, tetapi juga momentum pembentukan kepemimpinan dan penyusunan struktur kepengurusan baru untuk periode mendatang.
Ketua KPPI Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., menegaskan konsolidasi organisasi menjadi langkah penting untuk memastikan KPPI semakin berperan dalam memperjuangkan peningkatan kapasitas dan keterwakilan perempuan di dunia politik.
Menurutnya, penguatan organisasi harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sembilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota di Bali.
Sari Galung yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali mengungkapkan Musda sejatinya telah direncanakan berlangsung pada September 2026. Namun, sejumlah pertimbangan menyebabkan pelaksanaannya mengalami sedikit keterlambatan.
“Musda ini kita melaksanakan pembentukan kembali ketua dan struktur-strukturnya. Harusnya sudah terlaksana pada bulan September, tetapi memang sedikit terlambat. Mudah-mudahan ke depannya pemilihan ketua bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Dalam Musda IV tersebut, peluang Sari Galung untuk kembali memimpin KPPI Bali juga mengemuka. Ia menyebut pemilihan secara aklamasi cukup terbuka, mengingat dirinya masih berada dalam satu periode kepemimpinan.
Meski demikian, Sari Galung berharap seluruh perwakilan sembilan DPC dapat menjaga kesepahaman sehingga proses pemilihan berjalan kondusif.
“Secara aklamasi mungkin saya akan terpilih kembali karena saya masih dalam satu periode. Semoga tidak ada permasalahan di sembilan DPC kabupaten/kota, sehingga Musda ini bisa berjalan lancar dan pemilihan ketua dapat dilakukan secara aklamasi,” kata politisi PDI Perjuangan asal Kota Denpasar tersebut.
Lebih lanjut, penguatan konsolidasi hingga sembilan kabupaten/kota menjadi salah satu program prioritas yang ingin dilanjutkan. KPPI Bali akan mendorong kegiatan pengembangan kapasitas perempuan politik dengan melibatkan berbagai latar belakang partai.
Sari Galung menilai KPPI memiliki posisi strategis sebagai wadah lintas partai untuk mempertemukan perempuan yang aktif dalam dunia politik. Melalui organisasi tersebut, perempuan politik diharapkan dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta memperluas keterlibatan dalam proses pengambilan kebijakan.
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian adalah mendorong keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di partai politik.
“Program kita kedepan adalah menguatkan dan mendorong perempuan-perempuan politik lintas partai. Kami ingin melakukan kegiatan penguatan perempuan di sembilan kabupaten/kota. Tujuannya agar keterwakilan perempuan 30 persen di partai politik bisa terus didorong,” tegasnya.
Melalui Musda IV ini, KPPI Bali diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi dan membangun kepengurusan yang solid dalam mengawal agenda pemberdayaan perempuan politik.
“Kami berharap konsolidasi lintas partai yang diperkuat hingga tingkat daerah juga membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan dan mewujudkan demokrasi yang inklusif serta berkeadilan di Bali,” tutupnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




