VOPI Pilih Surakarta sebagai Kota Paling Toleran di Dunia

Jbm.co.id-JAKARTA | VOPI atau Visions of Peace Initiative merupakan sebuah lembaga internasional peraih Nominasi Nobel Peace Prize memilih Surakarta sebagai kota paling toleran di dunia.
Hal ini sejalan dengan SETARA Institute yang merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023, yang diantaranya menetapkan Surakarta sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia, Selasa, 30 Januari 2024.
Pada publikasi ketujuh ini, Setara Institute menggunakan studi pengukuran kinerja kota meliputi pemerintah kota dan elemen masyarakat dalam mengelola keberagaman, toleransi, dan inklusi sosial.
Setara Institute adalah perintis pembela kebebasan beragama di Indonesia. Organisasi ini mempromosikan kebebasan sipil dan perubahan kebijakan untuk mendorong pluralisme dan hak asasi manusia.
Surakarta memperoleh skor 5,883 dan berada di posisi keempat dari 10 kota-kota yang paling toleran.
Dalam Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023 yang dilakukan oleh SETARA Institute ini menunjukan bahwa Surakarta menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat toleransi yang baik.
Gibran Rakabuming Raka adalah Walikota Surakarta yang dijabat sejak 26 Februari 2021, dengan Wakil Walikota Teguh Prakosa. Gibran kini terpilih menjadi wakil presiden Indonesia mendampingi Prabowo subianto.
Popularitas Gibran sebagai putra sulung Presiden Jokowi memang menjadi bagian tak terpisahkan dari jati dirinya. Sifatnya yang sederhana dan gaya komunikasinya yang ramah dan akrab sering kali menimbulkan perbandingan dengan ayahnya.
Namun dibalik kemiripan tersebut, Gibran tetap mempertahankan ciri khasnya. Kehadirannya di kancah politik lokal memberinya kesempatan untuk menunjukkan kepribadian dan potensinya, sehingga membedakannya dari anak-anak presiden sebelumnya.
Dengan perpaduan warisan politik keluarganya dan keunikan tersendiri, Gibran mampu menciptakan citra kuat yang menarik minat banyak orang. Kemampuannya berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat dan mendekatkan diri membuat dirinya semakin populer di mata masyarakat.
Dengan demikian, peran Gibran sebagai Wali Kota tidak hanya dilihat dari segi hubungan kekeluargaan saja, namun juga prestasi dan pengaruhnya terhadap Kota Surakarta.
Upaya Pemerintah Kota Surakarta dengan kepemimpinan Gibran dalam membangun kehidupan yang harmonis antar umat beragama, etnis dan budaya, memperoleh apresiasi dari lembaga Setara Institute sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
Adapun, Visions of Peace Initiative (VOPI), sebuah lembaga internasional peraih Nominasi Nobel Peace Prize memilih Surakarta sebagai kota paling toleran di dunia.
Melalui program Visions of Peace Initiative, peserta di Indonesia telah belajar untuk merangkul nilai universal antaragama dan kesopanan sosial yang dikenal sebagai Aturan Emas, ‘Lakukan kepada orang lain, seperti yang Anda ingin lakukan terhadap Anda.’
Film dokumenter ini menyajikan tujuan perilaku inti, yaitu penting bagi setiap agama dan harus dianut secara dinamis di dunia, dimana kekerasan, prasangka, dan ketidakadilan muncul dengan semangat baru.
Sejak didirikan, Visions of Peace Initiative yang non- profit telah berkomitmen untuk memotivasi generasi muda Indonesia, berusia 5 tahun hingga 18, untuk menggunakan bakat seni mereka untuk menyebarkan ide dan berbagi perspektif mengenai toleransi, perdamaian dan rasa hormat terhadap kemanusiaan.
Sekolah, panti asuhan dan organisasi keagamaan, yang mewakili semua agama dan denominasi etnis, telah berpartisipasi dalam lebih dari 200 event dan program Visions of Peace Initiative.
Dengan mendorong kaum muda untuk mengekspresikan visi mereka untuk hidup berdampingan secara damai melalui seni, Visions of Peace Initiative telah membantu mengidentifikasi bidang-bidang keterasingan dan ketidakpercayaan di antara kaum muda dan telah memupuk sikap keterbukaan, keterusterangan, dan toleransi yang lebih besar di antara para peserta.
Pengakuan atas keberhasilan program Visions of Peace Initiative telah diperoleh melalui berbagai nominasi Hadiah Nobel Perdamaian yang telah dibuat.
Kemudian, menjelang Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni, masyarakat diimbau untuk membangun bangsa yang kokoh dan menciptakan dunia damai dan sejahtera melalui sikap toleransi, persatuan dan gotong royong.
Pemerintah dan seluruh komponen bangsa terus berjuang untuk menghadirkan pembangunan Indonesia yang adil dan merata. Berkat kerja keras dan gotong royong seluruh elemen bangsa, Indonesia semakin dipercaya di dunia internasional.
Ideologi Pancasila yang mengajarkan sikap toleran, keberanian dan menghargai perbedaan, telah membuat kepemimpinan Indonesia diterima dan diakui dunia. Presidensi G20 telah sukses dilaksanakan, negara yang berseteru bisa duduk bersama untuk mencari solusi damai.
Ditengah geopolitik dunia yang panas, Indonesia terus berusaha berkontribusi untuk perdamaian dunia, menjadi titik temu dan jembatan perbedaan.
Seluruh masyarakat Indonesia sepatutnya turut memperjuangkan visi Indonesia 2045 menjadi Indonesia Maju, dari negara berkembang menjadi negara maju, yang adil, sejahtera dan merata.
Dalam rangka Hari Lahir Pancasila Visions of Peace Initiative melakukan Road Tour Film the Golden Rule di Sekolah-Sekolah dan pesantren di Surakarta. (red).




