Tiga Pejabat Eselon IIIA Digadang-Gadang Masuk Bursa JPTP di Era Bupati Aji. Siapakah Mereka?
"Peluang tersebut belum menjadi jaminan. Sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh kandidat tetap harus mengikuti mekanisme seleksi terbuka yang menjadi pintu masuk menuju jabatan pimpinan tinggi pratama"

Pacitan, JBM.co.id-Dinamika penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai menghangat. Sejumlah nama pejabat administrator (eselon IIIA) disebut-sebut tengah dipersiapkan untuk mengisi kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) pada masa pemerintahan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro.
Tiga nama yang santer diperbincangkan memiliki peluang besar untuk naik kelas ke jajaran pimpinan perangkat daerah tersebut adalah Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pacitan, Sigit Prabowo, Camat Pringkuku Widhi Kusumaningtyas, serta Sekretaris Badan Keuangan Daerah Ketik Fahrudin.
Informasi yang dihimpun dari sumber internal di lingkungan Pemkab Pacitan menyebutkan, ketiga pejabat tersebut dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk menempati posisi strategis pada level JPT Pratama.
“Ketiga nama itu, Sigit, Tyus (Widhi Kusumaningtyas), dan Ketik. Mereka paling sering disebut dan dikabarkan memiliki peluang besar untuk naik posisi sebagai JPT Pratama ke depannya,” ujar sumber yang enggan disebutkan jatidirinya, Rabu (3/6/2026).
Di antara nama yang beredar, Sigit Prabowo bahkan disebut-sebut berpeluang mengisi jabatan Asisten Sekretaris Daerah. Sementara Widhi Kusumaningtyas dan Ketik Fahrudin juga masuk dalam radar calon pejabat yang berpotensi mengisi sejumlah posisi pimpinan organisasi perangkat daerah yang nantinya mengalami kekosongan.
Meski demikian, peluang tersebut belum menjadi jaminan. Sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh kandidat tetap harus mengikuti mekanisme seleksi terbuka yang menjadi pintu masuk menuju jabatan pimpinan tinggi pratama.
Proses tersebut diawali dengan tahapan administrasi dan asesmen kompetensi untuk mengukur kemampuan manajerial, teknis, maupun sosial kultural para peserta. Hasil seleksi kemudian akan mengerucut pada tiga nama terbaik atau three best candidates yang diserahkan kepada kepala daerah.
“Ya, mereka tetap harus melalui tahapan asesmen. Setelah masuk peringkat tiga besar, selanjutnya kepala daerah yang akan menentukan pilihan,” tegas sumber tersebut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pacitan terkait kabar tersebut. Namun, mencuatnya sejumlah nama pejabat potensial itu menjadi sinyal bahwa regenerasi kepemimpinan birokrasi di lingkungan Pemkab Pacitan mulai menjadi perhatian menjelang pengisian sejumlah posisi strategis di masa mendatang.
Dengan rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki, ketiga pejabat tersebut dinilai memiliki modal kuat untuk bersaing dalam proses seleksi. Meski begitu, seluruh tahapan tetap akan ditentukan oleh mekanisme yang berlaku, sebelum keputusan akhir berada di tangan kepala daerah.(Red/yun).




