BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan HidupPemerintahan

Tegas!!! Dr. Somvir Hentikan Aktivitas BTID di Serangan: “Meditasi dan Yoga Dulu, Besok Bawa Bukti”

Jbm.co.id-DENPASAR |  Wakil Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir mengambil sikap tegas dalam menyikapi polemik dugaan tukar guling lahan mangrove di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan.

Demikian ditegaskan Dr. Somvir, saat inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar, Kamis, 23 April 2026.

Dr. Somvir menjadi salah satu figur paling vokal dalam menyoroti lemahnya kesiapan data dari pihak PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Dr. Somvir menilai perusahaan belum mampu menghadirkan bukti konkret terkait lahan pengganti yang dipersoalkan.

“Jangan hanya jago bicara tanpa dasar. Kita bicara fakta di lapangan, bukan asumsi. Kalau memang benar, tunjukkan datanya,” tegas Dr. Somvir.

Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan strategis seperti ini. Ia menegaskan bahwa perdebatan tanpa data hanya akan memperkeruh situasi dan merusak kepercayaan publik.

Dalam pernyataan yang menyita perhatian, Dr. Somvir bahkan melontarkan sindiran halus kepada pihak BTID agar lebih siap secara substansi.

“Kalau perlu, malam ini meditasi dulu, yoga dulu. Besok datang lagi bawa data yang benar. Ini bukan pengadilan, tapi forum untuk mencari kebenaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dr. Somvir juga menyoroti ketidakjelasan informasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait lokasi lahan pengganti. Ia mempertanyakan validitas skema tukar guling jika lokasi lahan saja belum dapat dipastikan.

“Kalau BPN saja tidak tahu pasti di mana lokasinya, bagaimana kita bisa memastikan keabsahannya?,” kata Dr. Somvir.

Dr. Somvir menilai adanya ketimpangan serius dalam skema tersebut. Kawasan Serangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan dengan lahan pengganti di wilayah pegunungan Karangasem yang sulit diakses dinilai berpotensi merugikan masyarakat.

“Ini tidak adil. Di sini untung besar, di sana masyarakat bisa rugi besar. Negara tidak boleh kalah,” tegasnya.

Atas berbagai temuan tersebut, Dr. Somvir mendukung penuh keputusan Pansus TRAP DPRD Bali untuk menghentikan sementara aktivitas BTID hingga seluruh dokumen dan bukti legal dapat ditunjukkan secara transparan.

Meski demikian, Dr. Somvir menegaskan bahwa Bali tetap terbuka terhadap investasi, asalkan dilakukan dengan prinsip yang jelas dan bertanggung jawab.

“Kami ingin investasi besar masuk, bahkan sampai triliunan dolar. Tapi harus clean, green, dan clear. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena itu justru akan jadi masalah ke depan,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button