Strategi Pemasaran Berbasis Komunitas, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Warga Sumberharjo Pacitan
"Melalui grup ini, warga dapat memasarkan hasil panen dan produk UMKM setiap hari, sehingga kebutuhan antar keluarga dapat saling terpenuhi. Perputaran ekonomi terjadi di desa sendiri"

Pacitan,JBM.co.id- Pemanfaatan teknologi digital sederhana kini menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi desa. Hal tersebut ditunjukkan oleh Desa Sumberharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, yang berhasil mengembangkan strategi pemasaran berbasis komunitas melalui Grup WhatsApp bertajuk “Wanita Berdaya” sebagai media pemasaran hasil panen dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.
Inovasi ini tidak hanya mempermudah transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Melalui grup tersebut, masyarakat dapat menawarkan hasil pertanian, produk olahan, hingga kebutuhan rumah tangga secara langsung, cepat, dan transparan, tanpa harus bergantung pada perantara.
Kepala Desa Sumberharjo, Hariadi, menjelaskan bahwa grup WhatsApp “Wanita Berdaya” berfungsi sebagai pusat komunikasi ekonomi desa yang aktif setiap hari. Menurutnya, keberadaan platform ini mampu menjawab tantangan pemasaran yang selama ini dihadapi warga desa, terutama keterbatasan akses pasar dan informasi harga.
“Melalui grup ini, warga dapat memasarkan hasil panen dan produk UMKM setiap hari, sehingga kebutuhan antar keluarga dapat saling terpenuhi. Perputaran ekonomi terjadi di desa sendiri,” ujar Hariadi saat menerima kunjungan Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, Selasa (27/1/2026).
Lebih dari sekadar sarana transaksi, pemanfaatan media sosial ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Intensitas komunikasi yang terjalin mendorong tumbuhnya rasa saling percaya, memperkuat kerukunan, serta menghidupkan kembali nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa. Warga tidak hanya berperan sebagai penjual dan pembeli, tetapi juga sebagai pendukung bagi usaha sesama warga.
Dari sisi edukasi digital, program ini turut meningkatkan literasi teknologi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang menjadi motor penggerak utama grup “Wanita Berdaya”. Mereka belajar memanfaatkan teknologi informasi secara produktif, mulai dari promosi produk, pengelolaan pesanan, hingga pelayanan konsumen secara mandiri.
Menanggapi inovasi tersebut, Staf Ahli Bupati Pacitan, Prayitno, menyampaikan apresiasinya dan menilai langkah Desa Sumberharjo sebagai contoh konkret transformasi digital di tingkat desa. Ia menekankan bahwa pemanfaatan platform digital sederhana seperti WhatsApp dapat menjadi solusi efektif bagi desa-desa yang ingin mengembangkan ekonomi lokal tanpa membutuhkan infrastruktur teknologi yang rumit.

“Model pemasaran berbasis digital sederhana ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas, baik antar desa maupun dikolaborasikan dengan platform digital lainnya. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi desa,” ujar Prayitno.
Ke depan, Desa Sumberharjo berencana terus mengembangkan inovasi ini agar jangkauan pemasaran semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.(Red/yun).




