Sentuhan Belum Tuntas di Ikon Wisata Pantai Pancer Door: Antara Gerak Cepat dan Harapan Pengunjung
"Tumpukan sampah dan ranting pohon masih terlihat mengonggok, bahkan hingga ke atap gazebo di dalam taman"

Pacitan,JBM.co.id-Upaya pembenahan kawasan teras taman di Pantai Pancer Door oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan patut diapresiasi. Respons cepat terhadap keluhan pengunjung menunjukkan adanya komitmen untuk menghidupkan kembali pesona destinasi yang pernah berjaya. Namun demikian, sentuhan perbaikan tersebut dinilai masih jauh dari kata maksimal.
Di sejumlah titik, kebersihan kawasan belum sepenuhnya terjaga. Tumpukan sampah dan ranting pohon masih terlihat mengonggok, bahkan hingga ke atap gazebo di dalam taman. Kondisi ini tentu mengurangi nilai estetika kawasan yang sejatinya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Tak hanya soal kebersihan, fasilitas penunjang juga menjadi sorotan. Beberapa toilet tampak kumuh dan terkesan kurang terawat, sementara pengecatan tiang lampu baru dilakukan sebagian di sisi kiri jalan, itu pun belum merata. Sisi kanan jalan bahkan belum tersentuh pembaruan sama sekali.
Keluhan serupa juga disampaikan Muryati, wisatawan asal Surabaya. Ia menyoroti kondisi kursi-kursi besi yang sudah berkarat dan dinilai membahayakan, terutama bagi anak-anak.
“Mohon maaf ini hanya masukan. Saya sering ke Pacitan bersama keluarga, kondisi seperti ini cukup mengkhawatirkan untuk anak kecil,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kritik, Muryati juga mengingatkan pentingnya penerapan konsep Sapta Pesona sebagai fondasi pengelolaan destinasi wisata. Tujuh unsur tersebut meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, serta kenangan yang membekas bagi wisatawan.

“Harapannya tentu agar wisata di sini semakin berkembang dan semakin banyak wisatawan yang datang,” pungkasnya.
Upaya revitalisasi memang telah dimulai, namun pekerjaan rumah masih panjang. Kini, publik menanti keseriusan berkelanjutan agar ikon wisata pesisir selatan ini benar-benar kembali memancarkan pesonanya.(Red/yun).




