Sekda Maulana Heru Nilai Luthfi Azza Azizah Layak Naik Kelas, Soroti Kapasitas untuk Pimpin DPMPTSP
"Luthfi sebagai sosok aparatur yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kemampuan adaptasi yang mumpuni"

Pacitan,JBM.co.id-Semangat meritokrasi kembali mendapat penegasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan kapasitas Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah.

“Luthfi itu di mana saja bisa,” ujar Maulana Heru, Kamis (18/6/2026).
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, Luthfi dinilai mampu menjalankan berbagai tugas yang menuntut ketelitian, kecepatan, serta kemampuan komunikasi yang baik. Pengalaman dan rekam jejaknya di lingkungan birokrasi disebut menjadi bukti bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Sebelumnya, Sekda sempat menilai Luthfi memiliki potensi untuk memimpin sejumlah perangkat daerah, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perdagangan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, setelah mencermati kebutuhan organisasi dan karakter kepemimpinan yang dimiliki, Maulana Heru menilai posisi yang paling sesuai adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
“Ditempatkan di mana pun dia mampu, tapi lebih pasnya jika disiapkan sebagai Kepala DPMPTSP,” tegasnya.
Penilaian tersebut mencerminkan pentingnya pengembangan karier aparatur berbasis kompetensi dan kinerja. Dalam semangat meritokrasi, promosi jabatan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor senioritas, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan kemampuan individu dalam menjawab tantangan organisasi.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, figur-figur birokrat yang memiliki kemampuan lintas sektor dinilai menjadi aset penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, penyiapan sumber daya manusia unggul untuk mengisi posisi-posisi strategis menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi hasil.
Apresiasi yang disampaikan Sekda Pacitan terhadap Luthfi Azza Azizah sekaligus menjadi pesan bahwa birokrasi modern membutuhkan ruang yang luas bagi talenta-talenta terbaik untuk berkembang. Ketika kompetensi dan kinerja menjadi dasar utama penilaian, maka kesempatan untuk berkontribusi pada level yang lebih tinggi akan terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan kapasitas terbaiknya.(Red/yun).




