Sekda Maulana Heru Matangkan Persiapan MTQ 2026, Ikhtiar Menyemai Generasi Qurani
"Pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an"

Pacitan,JBM.co.id-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Lebih dari itu, MTQ menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi yang memiliki keteguhan iman, keluasan ilmu, dan kemuliaan akhlak.
Semangat tersebut menjadi pijakan Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Pacitan Tahun 2026.
Agenda itu menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan MTQ dapat dipersiapkan secara matang, terkoordinasi, dan berjalan sesuai harapan. Sebab, di balik lantunan ayat-ayat suci yang merdu, terdapat tanggung jawab besar untuk menghadirkan sebuah perhelatan yang tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keislaman.
Bagi Pacitan, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan potensi-potensi terbaik generasi Qurani dari berbagai penjuru daerah. Dari suara para qari dan qariah, hafalan para hafiz dan hafizah, hingga pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an, tersimpan harapan agar cahaya Al-Qur’an semakin hidup dalam kehidupan masyarakat.
Sekda Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menjadi salah satu figur penting dalam koordinasi pemerintahan daerah untuk memastikan agenda tersebut dapat dipersiapkan secara optimal.
MTQ pun pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling tinggi nilainya, melainkan tentang bagaimana setiap ayat yang dilantunkan mampu mengetuk hati, setiap ilmu yang dipelajari menjadi petunjuk, dan setiap nilai Al-Qur’an dapat menjelma menjadi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Pacitan, ikhtiar itu kembali dimulai. “Menata persiapan, menyatukan langkah, dan memohon ridha Allah SWT agar MTQ 2026 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an,” ujar Sekda Maulana Heru, Kamis (10/9).
Sebab, ketika Al-Qur’an dekat dengan hati, di sanalah harapan tentang generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia terus tumbuh.
Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pacitan, Ali Basit menambahkan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Pacitan akan kembali digelar pada 14 Oktober 2026. Ajang ini akan diikuti para kafilah dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pacitan.
Ali Basit, mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“MTQ tingkat Kabupaten Pacitan dilaksanakan tanggal 14 Oktober 2026. Pesertanya merupakan kafilah dari kecamatan se-Kabupaten Pacitan,” ujar Ali Basit.
Dalam pelaksanaannya, terdapat delapan cabang yang akan diperlombakan. Cabang tersebut mencakup kemampuan membaca, menghafal, memahami, hingga seni penulisan Al-Qur’an.
Delapan cabang yang diperlombakan yakni:
Tartil Al-Qur’an
MTQ golongan anak
MTQ golongan remaja
MTQ golongan dewasa
Musabaqah Syarhil Quran beregu
Hifdzil Quran golongan 5 juz dan tilawah
Hifdzil Quran golongan 10 juz
Khot Al-Qur’an
Lebih lanjut Ali mengatakan, keikutsertaan kafilah dari seluruh kecamatan diharapkan dapat semakin semarakkan pelaksanaan MTQ sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Pacitan.
Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ juga diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.(Red/yun).




