Rakernas ASBF 2026 di Denpasar, Gubernur Koster Dorong UMKM Bali Tembus Pasar Global

Jbm.co.id-DENPASAR | Ratusan peserta dari 10 negara menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asia Small Business Federation (ASBF) Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Denpasar, Bali.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik penyelenggaraan forum internasional tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada ASBF atas penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional ASBF Indonesia dan ASBF International Conference 2026 di Provinsi Bali, tentunya hal ini kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan UMKM di Bali,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung di Prama Hotel Sanur ini dihadiri hampir 150 peserta dari berbagai negara. Kehadiran mereka turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya tingkat hunian hotel di Bali.
“Tadi Saya tanya kepada pihak Hotel, ternyata hunian mencapai 85%. Tentu ini sangat bagus, berdampak positif bagi pariwisata Bali,” ujarnya.
Selain membahas penguatan ekonomi, Koster juga menyinggung tantangan demografi di Bali, khususnya menurunnya pertumbuhan penduduk asli akibat program keluarga berencana di masa lalu.
“Pertumbuhan penduduk asli Bali saat ini menurun, ini karena dulu Kita bangga akan pencapaian prestasi KB 2 anak. Namun dibalik itu, nama anak ketiga dan keempat yakni Nyoman dan Ketut semakin sedikit. Padahal Kita di Bali harus melestarikan itu, untuk menjaga budaya kita,” terang Gubernur asal Desa Sembiran ini.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Bali kini menggencarkan program insentif bagi keluarga yang memiliki anak ketiga dan keempat, khususnya yang menggunakan nama tradisional Bali seperti Nyoman atau Ketut. Kebijakan ini bertujuan menjaga kesinambungan budaya sekaligus stabilitas demografi lokal.
Gubernur Koster menegaskan bahwa kekuatan utama Bali terletak pada budaya yang menjadi fondasi pariwisata. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi.
“Pariwisata Bali itu berakar pada budaya. Untuk itu Kita harus merawat budaya, menjaga budaya itu dengan baik. Karena budaya menjadi penggerak berbagai aspek di Bali. Ini yang membuat Bali menjadi destinasi wisata dunia hingga saat ini. Bali beda dari daerah lain karena budayanya, untuk itu budaya Bali harus benar-benar Kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Hingg saat ini, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,82 persen dengan tingkat kemiskinan 3,42 persen dan pengangguran 1,45 persen, salah satu yang terendah di Indonesia. Pemerintah daerah pun terus mendorong transformasi ekonomi berbasis konsep Tri Hita Karana.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan enam sektor utama, yaitu pertanian, kelautan dan perikanan, industri berbasis budaya, IKM dan UMKM, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan digital.
Melalui Rakernas ASBF ini, Gubernur Koster berharap lahir kolaborasi dan inovasi baru yang mampu meningkatkan daya saing UMKM Bali di pasar global.
“Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan sukses serta selalu ingat Bali agar bisa kembali lagi ke Bali. Jangan lupa nanti bisa juga berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit di Art Center, disana Kita pamerkan produk UMKM asli Bali,” tutupnya.
Sementara itu, Presiden ASBF Indonesia, Peng Suyoto menyatakan bahwa Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menyelaraskan strategi pengembangan UMKM dari tingkat nasional hingga global. ASBF juga terus mendorong kolaborasi lintas negara guna membangun ekosistem bisnis kecil yang inovatif dan berdaya saing tinggi. (red).



