BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Pilkades Sugihwaras Berpotensi Bumbung Kosong, Petahana Jadi Satu-satunya Pendaftar

"Perpanjangan masa pendaftaran menjadi momentum bagi masyarakat yang memiliki niat dan kesiapan untuk ikut mengambil bagian dalam kontestasi politik di tingkat desa tersebut"

Pacitan,JBM.co.id-Pesta demokrasi desa di Desa Sugihwaras, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, berpotensi menghadirkan fenomena bumbung kosong. Hingga berakhirnya masa pendaftaran tahap pertama bakal calon kepala desa, baru satu orang yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran.

Menariknya, satu-satunya pendaftar tersebut merupakan petahana yang kembali menyatakan kesiapan untuk memimpin Desa Sugihwaras.

Kondisi ini belum serta-merta memastikan Pilkades Sugihwaras akan berlangsung tanpa penantang. Sesuai mekanisme tahapan pemilihan kepala desa, panitia masih memiliki kesempatan membuka perpanjangan masa pendaftaran untuk memberikan ruang bagi kandidat lain yang hendak ikut berkontestasi.

Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, membenarkan hingga penutupan pendaftaran tahap pertama baru terdapat satu bakal calon yang mendaftar secara resmi.

Camat yang akrab disapa Tyus itu mengaku sebelumnya sempat mendengar kabar adanya dua nama yang disebut-sebut bakal maju dalam Pilkades Sugihwaras. Namun, kabar tersebut ternyata baru sebatas rencana dan belum diwujudkan dalam bentuk pendaftaran resmi.

“Ternyata baru rencana, belum daftar resmi. Jadi ya masih satu (pendaftar),” terang Tyus, Kamis (20/8).

Menurutnya, peluang munculnya kandidat baru masih terbuka. Perpanjangan masa pendaftaran menjadi momentum bagi masyarakat yang memiliki niat dan kesiapan untuk ikut mengambil bagian dalam kontestasi politik di tingkat desa tersebut.

Tyus pun berharap pada periode pendaftaran lanjutan nanti akan muncul bakal calon lain, sehingga masyarakat Sugihwaras memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan pemimpin desanya.

“Siapa tahu di pendaftaran periode lanjutan sudah ada pendaftar,” harap Tyus.

Fenomena minim kandidat dalam pemilihan kepala desa bukan sekadar persoalan jumlah peserta. Di satu sisi, munculnya calon tunggal dapat mencerminkan kuatnya posisi politik petahana. Namun di sisi lain, demokrasi tetap membutuhkan ruang kompetisi yang sehat agar masyarakat memiliki alternatif dalam menentukan arah kepemimpinan desa.

Pilkades pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang maju dan siapa yang menang. Lebih jauh, kontestasi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menilai gagasan, rekam jejak, integritas, serta visi calon dalam membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, masa perpanjangan pendaftaran menjadi fase yang cukup menentukan bagi Pilkades Sugihwaras. Apakah akan muncul penantang baru dan mengubah kontestasi menjadi pertarungan politik yang kompetitif, atau justru petahana tetap menjadi satu-satunya kandidat hingga tahapan berikutnya? Jawabannya masih menunggu dinamika politik desa dalam beberapa waktu ke depan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button