BeritaDaerahKeagamaanNasionalPemerintahanPendidikan

PHDI dan Prajaniti Temui Basuki Hadimuljono Dorong Percepat Pembangunan Pura di IKN

Jbm.co.id-KALIMANTAN TIMUR | Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, di Kantor Otorita IKN, Kutai, Kalimantan Timur, Kamis, 18 Juni 2026.

Foto: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, di Kantor Otorita IKN, Kutai, Kalimantan Timur, Kamis, 18 Juni 2026.

 Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah percepatan pembangunan tempat ibadah umat Hindu berupa pura di kawasan IKN. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi umat Hindu.

Basuki Hadimuljono didampingi tiga pimpinan Otorita IKN, yakni Bima Adi Nursanthyasto, Aswin Grandiarti, dan IGA Krisna Murti.

 Sementara dari PHDI hadir unsur lengkap tiga organ organisasi, mulai dari Sabha Pandita, Sabha Walaka, hingga Pengurus Harian. Delegasi Prajaniti dipimpin langsung oleh Ketua Umum KS Arsana bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.

Kehadiran PHDI dan Prajaniti secara bersama-sama dinilai mencerminkan sinergi yang kuat dalam memperjuangkan kepentingan umat Hindu di Indonesia, khususnya terkait keberadaan sarana peribadatan dan pendidikan di IKN.

“Maksud kedatangan kami adalah terkait Pura IKN, kemudian menyampaikan undangan kepada Bapak Basuki Hadimuljono untuk menerima Prajaniti Award, serta permohonan lokasi untuk Pendidikan di area IKN,” demikian KS Arsana menyampaikan tujuan audensi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Sabha Walaka PHDI, I Nengah Dana, menjelaskan bahwa PHDI telah menjadi mitra pemerintah selama 67 tahun dan turut terlibat aktif sejak tahap awal perencanaan pembangunan Pura IKN. Peran tersebut meliputi pemberian masukan kepada dewan juri lomba desain pura hingga pembahasan terkait lokasi pembangunan.

Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada umat Hindu. Ia berharap proses pembangunan pura terus melibatkan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu serta PHDI.

“Dalam kekawin Ramayana disampaikan, bahwa Pemerintah dan Pendeta wajib saling mengisi untuk kesejahteraan masyarakat,” demikian pesan Ida Dharma Adhyaksa.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas kunjungan PHDI dan Prajaniti. Ia juga meminta doa dari para pendeta agar pembangunan IKN berjalan lancar dan sesuai harapan.

“Saya merasa memiliki hubungan yang spesial dengan Umat Hindu, salah satunya ketika saya diberikan kesempatan melakukan renovasi besar-besaran area parkir Pura Besakih, yang ternyata juga mengandung nama Basuki,” kata Basuki Hadimuljono

Ia menegaskan komitmennya untuk menghormati budaya, tradisi, dan agama dalam setiap proses pembangunan rumah ibadah di IKN.

“Saya sangat menghargai budaya, tradisi dan agama, karenanya saya sangat berhati-hati dalam urusan rumah ibadah ini. Tentu kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu sesuai apa yang disampaikan Ida Dharma Adhyaksa. Adapun terkait area untuk tempat pendidikan, kami akan usahakan carikan lokasinya,” demikian disampaikan Kepala Otorita.

Sebagai penutup audiensi, PHDI dan Prajaniti menyerahkan cinderamata berupa buku “Lawar Leadership” kepada Basuki Hadimuljono.

Setelah pertemuan berakhir, rombongan berkesempatan meninjau kawasan Istana Kepresidenan di IKN.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia yang berdiri di wilayah yang memiliki jejak sejarah panjang peradaban Hindu Nusantara.

PHDI dan Prajaniti menilai pembangunan Pura IKN bukan hanya kebutuhan spiritual umat Hindu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberagaman dan memperkuat identitas kebangsaan di ibu kota negara yang baru. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button