Parade Musik Nusantara: Debur Ombak Pancer Door dan Alunan Koes Plus, Harmoni Eksotisme Pacitan yang Memikat
"Musik yang melintasi generasi berpadu dengan deburan ombak, menciptakan atmosfer yang sederhana, tetapi menyimpan daya tarik emosional"

Pacitan,JBM.co.id-Debur ombak Pantai Pancer Door yang bergulung menuju bibir pantai menghadirkan harmoni alam yang memikat. Di antara semilir angin laut dan suasana khas pesisir selatan, alunan lagu-lagu legendaris Koes Plus Mania menambah nuansa nostalgia, merangkai keindahan alam dan kenangan dalam satu suasana yang berkesan pada rangkaian kegiatan Parade Musik Nusantara Pantai Pancer Door 2026.
Pantai Pancer Door, salah satu pesona wisata bahari Kabupaten Pacitan, menawarkan lebih dari sekadar panorama laut. Bentang pantainya menyuguhkan ruang untuk menikmati alam, merawat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan potensi wisata daerah yang memiliki daya tarik tersendiri.
Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, menambah perspektif dalam kegiatan Parade Musik Nusantara Pancer Door 2026 tersebut. Momentum ini menjadi bagian dari ruang perjumpaan antara keindahan alam Pacitan, kekayaan seni dan musik, serta upaya menghadirkan suasana yang dekat dengan masyarakat.

Sekda menekankan pentingnya menjaga keindahan dan kelestarian kawasan wisata sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Pantai Pancer Door merupakan salah satu potensi wisata kebanggaan Pacitan. Keindahan alamnya perlu kita jaga bersama agar tetap asri, nyaman, dan mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat maupun wisatawan,”kata Sekda Heru di acara Parade Musik Nusantara Pancer Door, Ahad (11/10).
Diiringi lagu-lagu Koes Plus yang lekat dengan perjalanan musik Indonesia, suasana terasa semakin hangat. Musik yang melintasi generasi berpadu dengan deburan ombak, menciptakan atmosfer yang sederhana, tetapi menyimpan daya tarik emosional. Ada nostalgia yang mengalir, ada keakraban yang tumbuh, dan ada keindahan pesisir yang seolah tak pernah kehilangan pesonanya.
Perpaduan alam dan musik tersebut sekaligus mengingatkan bahwa potensi pariwisata tidak hanya bertumpu pada panorama, tetapi juga pada pengalaman, budaya, dan suasana yang membekas bagi setiap pengunjung.
Di Pancer Door, ombak terus berkejaran menuju pantai, sementara alunan Koes Plus menghadirkan irama kenangan. Keduanya bertemu dalam satu harmoni yang menegaskan pesona Pacitan: sebuah daerah yang menyimpan keindahan alam, kekayaan pengalaman, dan ruang untuk terus tumbuh sebagai destinasi wisata yang membanggakan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Heru turut memeriahkan Parade Musik Nusantara Pancer Door dengan menyumbangkan sebuah lagu berjudul Mawar Bunga. Tampil di hadapan para penonton, Heru membawakan lagu tersebut dengan penuh penghayatan, menambah semarak suasana acara.(Red/yun).



