BeritaDaerahEkonomiLingkungan HidupPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosialwisata

Panen Harapan di Lahan Kering: Sorgum Menyemai Masa Depan Ketahanan Pangan Pacitan

"Prayitno menyampaikan apresiasi kepada Yonif TP 934/Satria Buana Yudha atas komitmen dan kepeduliannya dalam mengembangkan budidaya sorgum"

Pacitan,JBM.co.id-Di bawah hangatnya mentari pagi yang menyinari hamparan lahan di Lingkungan Barean, Kelurahan Sidoharjo, Kamis (9/7/2026), bulir-bulir sorgum yang menguning bergoyang pelan tertiup angin. Hamparan tanaman yang selama beberapa bulan dirawat dengan penuh ketekunan itu akhirnya dipanen. Namun, panen raya kali ini bukan sekadar memetik hasil pertanian, melainkan juga memanen harapan akan masa depan ketahanan pangan yang lebih kuat bagi Kabupaten Pacitan.

Suasana kebersamaan begitu terasa ketika Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, mewakili Bupati Pacitan menghadiri Panen Raya Sorgum Program Bidang Pertanian Yonif TP 934/Satria Buana Yudha. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan bersama Persit Satria Buana Yudha, Forkopimca Kecamatan Pacitan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, penyuluh pertanian, Lurah Sidoharjo, perwakilan PT Advanta sebagai penyedia benih, pengepul hasil panen, hingga para petani yang menjadi ujung tombak keberhasilan program ini.

Bagi sebagian masyarakat, sorgum mungkin belum sepopuler padi atau jagung. Namun, tanaman serealia ini menyimpan potensi besar. Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin terbatasnya ketersediaan air, sorgum hadir sebagai tanaman yang tangguh. Ia mampu tumbuh di lahan kering dengan kebutuhan air yang relatif sedikit, namun tetap menghasilkan panen yang bernilai ekonomi.

Prayitno menyampaikan apresiasi kepada Yonif TP 934/Satria Buana Yudha atas komitmen dan kepeduliannya dalam mengembangkan budidaya sorgum. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang diversifikasi komoditas pertanian.

“Sorgum memiliki prospek yang sangat baik. Selain tahan terhadap kondisi lahan kering, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, hingga bahan baku industri. Inilah komoditas yang layak dikembangkan sebagai alternatif masa depan pertanian Pacitan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar menghasilkan biji-bijian, setiap bagian tanaman sorgum memiliki manfaat. Bijinya dapat diolah menjadi beras sorgum, tepung, hingga berbagai produk pangan sehat yang kaya serat dan bebas gluten. Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara biomassa tanaman juga berpotensi menjadi bahan baku energi dan industri. Nilai tambah inilah yang menjadikan sorgum sebagai komoditas yang semakin diminati di berbagai daerah.

Panen raya tersebut menjadi bukti bahwa membangun ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petani semata. Keberhasilan ini lahir dari sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI yang menggagas program, pemerintah daerah yang memberikan dukungan, perusahaan penyedia benih yang menghadirkan inovasi, penyuluh pertanian yang mendampingi proses budidaya, hingga para petani yang dengan tekun mengelola lahan.

Kolaborasi semacam ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan. Ketika perubahan iklim menuntut pola budidaya yang lebih adaptif, pengembangan tanaman seperti sorgum menjadi salah satu jawaban yang menjanjikan.

Bagi Pacitan yang memiliki kawasan lahan kering cukup luas, sorgum bukan sekadar tanaman alternatif, tetapi dapat menjadi peluang ekonomi baru. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan pasar yang semakin terbuka, komoditas ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

Panen Raya Sorgum di Barean pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi simbol bahwa ketahanan pangan dibangun melalui kebersamaan, inovasi, dan keberanian mencoba sesuatu yang baru. Dari hamparan sorgum yang dipanen hari itu, tumbuh optimisme bahwa lahan-lahan kering Pacitan dapat terus melahirkan kehidupan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi mendatang.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button