Nuanu Siapkan Art & Bali 2026 Tunjuk Bandana Tewari dan Brina Paska Sebagai Kurator Fokus Fashion, Seni dan Kriya Kontemporer

Jbm.co.id-TABANAN | Art & Bali 2026 dipastikan kembali digelar di Nuanu Creative City pada 11–13 September 2026. Setelah sukses pada edisi perdana tahun lalu, ajang seni tahunan ini akan menghadirkan format yang lebih besar dengan penekanan pada aspek marketplace, sekaligus tetap menjadi ruang dialog budaya dan seni kontemporer.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, Art & Bali berhasil menampilkan karya lebih dari 150 seniman dari 18 peserta pameran serta sebuah pameran kelompok kuratorial. Acara tersebut juga menarik lebih dari 10.000 pengunjung ke Nuanu Creative City selama periode pelaksanaan.
Sebagai boutique international art fair yang berakar di Bali, Art & Bali dirancang untuk menghubungkan ekosistem seni lokal dengan percakapan regional dan global. Ajang ini mempertemukan galeri, seniman, kolektor, dan pelaku budaya dalam satu ruang yang dipengaruhi oleh tradisi seni dan kehidupan seremonial Bali.
Pada edisi 2026, Art & Bali akan menghadirkan 20 peserta galeri di bagian utama. Selain menjadi ruang transaksi dan koleksi karya seni, acara ini juga diarahkan sebagai tempat pertukaran artistik, dialog lintas disiplin, dan praktik koleksi yang lebih reflektif.
“Lanskap budaya Indonesia begitu kaya dan luar biasa, namun hingga kini masih belum banyak mendapat representasi di panggung seni internasional. Di situlah Art & Bali hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” kata Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.
Di tengah dunia yang terkadang terasa terfragmentasi, seni menjadi salah satu medium yang masih mampu mempertemukan orang-orang yang tepat dalam satu ruang.
“Saat saya melihat para investor dan calon penghuni, mereka yang memiliki keterlibatan nyata di tempat ini, benar-benar tersentuh oleh apa yang mereka temukan di sini, hal itu menegaskan satu hal: budaya bukan sekadar pelengkap, melainkan esensi dari semuanya,” paparnya.
Fair Director Art & Bali, Kelsang Dolma, menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun platform seni kontemporer di Bali yang mampu beroperasi dengan standar internasional namun tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Art & Bali merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari berbagai penyelenggara di Bali untuk membangun platform seni kontemporer di kawasan ini yang dapat beroperasi dengan standar internasional.
“Bagi kami, hal tersebut berarti membentuk sebuah art fair yang berakar secara budaya, kredibel secara komersial, dan terbuka bagi beragam audiens serta percakapan. Kami tidak tertarik untuk mengadopsi model yang sudah ada di tempat lain, tetapi mengembangkan format yang relevan dengan konteks Bali dan dapat tumbuh dengan kedalaman serta integritas dalam jangka panjang,” kata Kelsang Dolma.
Sebagai bagian dari pengembangan program kuratorial, Art & Bali 2026 menunjuk Bandana Tewari sebagai kurator dan Brina Paska sebagai asisten kurator pameran tahunan.
Pameran tersebut akan mengangkat tema persinggungan antara fashion, seni, dan kriya.
Fokus kuratorial akan menelaah bagaimana pengetahuan material, adornment, kerja tangan, memori, dan tubuh hadir dalam praktik seni kontemporer. Tema ini dinilai relevan dengan Bali yang memiliki tradisi kriya dan ritual yang terus berkembang.
“Pameran ini akan mengeksplorasi persinggungan antara fashion, seni, dan kriya sebagai bentuk ekspresi budaya yang kuat,” kata Bandana Tewari.
“Kami tertarik pada praktik-praktik yang mengandung memori, teknik, kedekatan personal, kerja, dan transformasi. Mengembangkan proyek ini di Bali, di mana kriya dan ritual tidak hanya hidup tetapi juga terus berkembang, menjadi sangat relevan dan menarik,” tambahnya.
Selain menghadirkan pameran utama, Art & Bali 2026 juga akan dilengkapi dengan program publik berupa diskusi, pertunjukan, dan karya site-specific di berbagai area Nuanu Creative City yang memiliki luas 44 hektar.
Melalui berbagai program tersebut, Art & Bali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai ajang jual beli karya seni, tetapi juga sebagai platform budaya yang aktif membangun percakapan dan kolaborasi lintas disiplin. (red).




