BeritaDaerahGaya HidupHukum dan KriminalPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Menjaga Marwah Profesi, Badrul Amali: Performa adalah Bahasa Kepercayaan

"Menjaga performa bukanlah bentuk kesombongan atau sikap berlebihan"

Pacitan,JBM.co.id- Bagi sebagian orang, penampilan mungkin hanya sebatas gaya hidup. Namun bagi seorang pengacara senior di Pacitan, Badrul Amali, performa adalah representasi dari profesionalisme, integritas, dan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun di dunia hukum.

Di tengah aktivitasnya yang kerap bertemu pejabat tinggi negara, aparat penegak hukum hingga tokoh nasional, Badrul meyakini bahwa seorang advokat harus mampu menampilkan citra yang meyakinkan. Bukan semata demi kemewahan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi yang diemban.

“Dalam profesi kami, kepercayaan adalah segalanya. Ketika bertemu pejabat setingkat menteri, Jaksa Agung, atau kolega penting lainnya, tentu kita harus tampil pantas dan profesional. Mulai dari busana, kendaraan hingga perangkat digital yang digunakan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Pria yang dikenal memiliki sejumlah gelar akademik itu menegaskan bahwa menjaga performa bukanlah bentuk kesombongan atau sikap berlebihan. Baginya, penampilan justru menjadi bagian dari tanggung jawab moral seorang profesional hukum dalam membangun keyakinan publik.

Ia mencontohkan perjalanan hidupnya yang dimulai dari kesederhanaan. Dari mengendarai sepeda motor butut, kemudian mampu membeli mobil keluarga, hingga kini menggunakan kendaraan kelas premium sebagai penunjang mobilitas kerja.

“Saya punya prinsip, setiap dua atau tiga tahun harus ada peningkatan. Dulu naik motor butut, lalu bisa membeli Avanza, kemudian Fortuner, dan sekarang Pajero. Insyaallah beberapa tahun lagi harus naik kelas lagi,” tuturnya.

Semangat untuk terus bertumbuh itu, menurut Badrul, bukan sekadar ambisi pribadi. Ia menyebut pencapaian material hanyalah simbol dari perjuangan panjang, disiplin, dan konsistensi dalam mengembangkan kapasitas diri.

Tak hanya soal kendaraan dan gaya hidup profesional, Badrul juga menyimpan impian besar membangun sebuah rumah megah di kampung halamannya. Ia menyebutnya sebagai “istana kecil”, simbol perjalanan hidup sekaligus bentuk penghargaan terhadap proses panjang yang telah dilaluinya di dunia advokat.

“Bukan untuk ujub. Tapi ini menjadi motivasi bagi diri saya sendiri bahwa perjuangan harus memiliki arah dan target. Kita diuji untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Di balik kemewahan yang tampak, tersimpan pesan edukatif tentang pentingnya menjaga kualitas diri, profesionalisme, serta keberanian bermimpi besar. Sebab dalam dunia yang terus bergerak maju, kepercayaan tidak hanya dibangun lewat kata-kata, tetapi juga melalui dedikasi, etos kerja, dan cara seseorang menghargai profesinya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button