Menghadapi Tantangan Akhir Zaman: Kepala UPT PJJ Pacitan Budi Harisantoso Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Moral
"Fenomena yang kita lihat sekarang seperti meningkatnya konflik sosial, penyebaran hoaks, hingga menurunnya etika di ruang publik maupun media sosial menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali memperkuat nilai-nilai agama "

Pacitan,JBM.co.id-Fenomena sosial yang semakin kompleks di era modern dinilai semakin mendekati berbagai tanda yang sering disebut dalam kajian keagamaan sebagai kondisi akhir zaman. Mulai dari maraknya fitnah, menurunnya moral masyarakat, hingga munculnya pemimpin yang tidak amanah menjadi perhatian berbagai pihak.
Pendakwah yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Harisantoso, menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan bijak oleh masyarakat, terutama dengan memperkuat nilai keimanan dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Budi, dalam berbagai hadis Rasulullah SAW telah dijelaskan bahwa salah satu tanda mendekati kiamat adalah hilangnya ilmu dan meluasnya kebodohan di tengah masyarakat. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa di antara tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, maraknya minuman keras, serta perzinaan.
“Fenomena yang kita lihat sekarang seperti meningkatnya konflik sosial, penyebaran hoaks, hingga menurunnya etika di ruang publik maupun media sosial menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali memperkuat nilai-nilai agama,” kata ahli waris ke tujuh dari Adipati Kanjeng Djimat ini, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, selain hilangnya ilmu, kondisi akhir zaman juga ditandai dengan meningkatnya fitnah serta berbagai ujian kehidupan yang dihadapi manusia, termasuk bencana alam dan kesulitan hidup yang sering kali membuat sebagian orang merasa terbebani.
Tidak hanya itu, kemerosotan moral juga menjadi salah satu tanda yang banyak disoroti. Perubahan sosial yang cepat, menurutnya, sering diiringi dengan meningkatnya perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, hilangnya rasa malu, serta berkurangnya penghormatan kepada orang tua.
Budi juga menyinggung hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa ketika amanah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka hal tersebut termasuk tanda mendekati kiamat. Kondisi ini menggambarkan pentingnya kepemimpinan yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan hadis lain yang menjelaskan tentang banyaknya pembunuhan atau kekerasan sebagai salah satu tanda akhir zaman. Fenomena konflik, permusuhan karena perbedaan pendapat, hingga putusnya silaturahmi dinilai menjadi tantangan sosial yang perlu diwaspadai.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Budi Harisantoso mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kekhawatiran, tetapi justru memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa umat Islam harus berpegang teguh pada dua pedoman utama, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Selama kita berpegang pada keduanya, insyaAllah tidak akan tersesat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, sebagai bekal untuk memahami kebenaran sesuai syariat Islam. Selain itu, menjaga konsistensi dalam beribadah seperti shalat, puasa, serta memperbanyak doa dan tawakal kepada Allah SWT menjadi langkah penting agar tetap istiqamah.
Di tengah maraknya arus informasi digital, Budi turut mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian.
“Yang terpenting adalah terus menyebarkan kebaikan, menjaga persaudaraan, dan memperkuat nilai moral di tengah masyarakat. Dengan begitu kita bisa menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih baik,” pungkasnya.(******)


