BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Gubernur Koster Kumpul Bersama Forkopimda, Majelis Agama, FKUB dan Ormas Sepakati Jaga Esensi Kesucian Nyepi dan Idul Fitri

Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas menjelang dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan, yakni Nyepi Tahun Çaka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur Bali Wayan Koster menggelar pertemuan ramah tamah bersama unsur Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), majelis agama, lembaga keagamaan serta organisasi masyarakat di Gedung Kertha Sabha Denpasar, Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi lintas pihak.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyoroti dinamika penentuan Hari Raya Idul Fitri yang masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat. Ia menjelaskan kemungkinan perayaan Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi berpotensi memunculkan penyesuaian dalam pelaksanaan ibadah.

“Umat Muslim tahun ini mungkin ada yang merayakan Idul Fitri tanggal 20, mungkin juga tanggal 21 sesuai perkiraan yang tertera pada tanggal merah kalender tahunan, namun kita tunggu hasil keputusan sidangnya dulu. Dan kebetulan Hari Raya Nyepi jatuhnya tanggal 19, jika ada yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 jadi ya malam takbiran berbarengan dengan Nyepi. Dalam pelaksanaan takbiran, umat muslim ada yang melaksanakan di Masjid, ada yang tidak melaksanakan maupun ada yang melaksanakan di rumah masing-masing,” urai Gubernur Koster.

Ia menegaskan, momentum berdekatan dua hari raya besar ini justru menjadi bukti kuatnya toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Bali. Hal ini juga dinilai penting dalam menjaga citra positif pariwisata Bali di mata dunia.

“Kami sudah dapat berkumpul dengan seluruh Pimpinan Majelis Agama baik agama Muslim maupun agama lainnya, berkomunikasi bersama Para Pimpinan Forkopimda, hingga beberapa Menteri terkait, membahas topik yang sama, dan Saya sampaikan kondisi Bali baik-baik saja seperti kita berkumpul bersama disini malam ini,” jelasnya.

Gubernur Koster juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing oleh perbedaan pandangan yang berkembang di media sosial. Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan pimpinan lembaga dalam memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada umat.

Selain itu, Gubernur Koster  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesucian masing-masing hari raya serta memastikan situasi Bali tetap aman dan kondusif.

“Saya selaku Gubernur Bali, dan para hadirin selaku Pimpinan di institusi ataupun organisasi masing-masing memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan Kondusifitas Bali tetap terjaga dengan baik sesuai kesepakatan yang sudah kita ambil. Semoga Hari Raya berjalan dengan khidmat dan lancar, Idul Fitri juga khusuk. Puasa hampir sebulan, tinggal menunggu perayaan lagi beberapa hari, godaannya lagi sedikit, jika bisa melewati ini tentu akan bagus hasilnya. Begitu sebaliknya umat Hindu, agar Nyepi berjalan bagus,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh pihak menjadikan perayaan keagamaan sebagai tanggung jawab bersama demi memperkuat kehidupan yang harmonis di Bali.

“Kita selaku para Pimpinan dalam wilayah masing-masing mari memberikan pemahaman kepada umat, Idul Fitri tidak hanya menjadi urusan umat muslim, Nyepi tidak hanya menjadi urusan umat Hindu, tetapi urusan kita semua yang tinggal di Bali. Mari kita bangun kehidupan yang guyub sesama makhluk hidup,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button