KPPA Bali Gandeng RAGAM Bagi-Bagi Nasi Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Perempuan dan Anak
Deprecated: preg_split(): Passing null to parameter #3 ($limit) of type int is deprecated in /home/jbmr2519/public_html/wp-content/themes/jannah/framework/functions/post-functions.php on line 860

Jbm.co.id-DENPASAR | Komunitas Peduli Perempuan dan Anak Bali (KPPA Bali) menjajaki kolaborasi dengan RAGAM-Bagi-Bagi Nasi (Ragam Community Kitchen) untuk memperluas gerakan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu perempuan, anak, dan masyarakat kurang mampu di Bali.
Langkah tersebut diawali melalui kunjungan silaturahmi KPPA Bali ke Ragam Community Kitchen. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan komunitas sekaligus membangun kemitraan dalam menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi ini direncanakan mencakup pembagian nasi bungkus gratis dan pengembangan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya yang berorientasi pada kepedulian serta kesejahteraan masyarakat.
Menariknya, pasangan suami istri, Nicolaas Kimman dan Duhitta Hayyuardhini mengelola RAGAM-Bagi-Bagi Nasi. Keduanya secara konsisten menjalankan kegiatan sosial dengan menyalurkan nasi bungkus gratis kepada masyarakat, sejumlah yayasan, dan panti asuhan.
Selain itu, mereka juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pemulung dan kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Konsistensi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui gerakan berbagi yang memberikan manfaat bagi sesama.
Dalam pertemuan itu, KPPA Bali dan Ragam Community Kitchen membahas peluang kerja sama untuk memperluas jangkauan bantuan. Ke depan, KPPA Bali berencana turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyalurkan nasi bungkus gratis dengan dukungan RAGAM, sekaligus mengembangkan program sosial lainnya.
Ketua KPPA Bali, Endang Hastuty Bunga, S.H., bersama seluruh tim berharap kolaborasi tersebut menjadi awal dari gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Menurut Endang Hastuty Bunga, kehadiran komunitas di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup maupun memperoleh dukungan yang layak.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pembagian nasi gratis, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian, perlindungan, dan dukungan. Semoga melalui kerja sama ini, kami bisa ikut meringankan beban mereka dan menghadirkan harapan bagi sesama,” kata Endang Hastuty Bunga.
Lebih lanjut, Endang Hastuty Bunga menegaskan, gerakan sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ketulusan, kepedulian, dan kemauan untuk bergerak bersama merupakan modal penting dalam menciptakan perubahan yang berarti.
Bagi KPPA Bali, membantu sesama bukan hanya tentang memberikan apa yang dimiliki, melainkan juga menghadirkan manfaat dan memastikan mereka yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa berjalan sendirian.
“Kita hanya hidup sekali. Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup, mari jadikan hidup kita berarti bagi orang lain. Tidak harus menunggu kaya atau memiliki segalanya untuk membantu sesama. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, jika mampu meringankan beban orang lain, maka hidup kita sudah memberikan arti dan dampak yang baik,” paparnya.
Melalui kolaborasi KPPA Bali dan Ragam Community Kitchen, diharapkan semakin banyak pihak tergerak untuk mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan, memperkuat solidaritas, serta membuka lebih banyak kesempatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama perempuan dan anak dari keluarga kurang mampu serta kelompok rentan.
KPPA Bali berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dan hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta mendukung perempuan dan anak agar memperoleh perhatian, perlindungan, dan bantuan yang layak.
Editor: Putu Wiguna




