Konflik Timur Tengah Guncang Pariwisata Bali, Puspa Negara Desak Mitigasi Cepat Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah ke Bali

Jbm.co.id-BADUNG | Sektor pariwisata Bali mulai merasakan dampak konflik di Timur Tengah. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara menegaskan gangguan operasional penerbangan di kawasan Timur Tengah telah memukul arus wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Eropa.
Gangguan terjadi menyusul terganggunya operasional di Bandara Dubai yang selama ini menjadi hub transit utama wisman Eropa menuju Bali.
Efeknya terasa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, terutama pada rute-rute penerbangan Timur Tengah.
Menurut Puspa Negara, dampak konflik tersebut sangat nyata. Sebanyak 1.618 wisman Eropa dan Timur Tengah tertahan di Bali. Selain itu, terjadi penurunan wisman jetset asal Eropa yang dikenal sebagai traveler long distance, long stay, dan big spending money.
Dampak Langsung ke Pariwisata dan Pendapatan Daerah
Sejumlah konsekuensi langsung yang muncul antara lain:
1. 1.618 wisman Eropa dan Timur Tengah tertahan di Bali
2. Menurunnya wisman jetset asal Eropa
3. Rata-rata length of stay menurun
4. Target Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Badung terancam turun
5. Pungutan Wisatawan Asing (PWA) menurun
6. Low season tambah low
Situasi ini dinilai berpotensi memukul pendapatan daerah Badung yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Sejumlah Penerbangan Internasional Berstatus Cancel
Sejumlah penerbangan internasional dari Bandara Ngurah Rai berstatus batal (cancel), terutama maskapai rute Dubai-Bali-Dubai dan rute Timur Tengah lainnya.
Berikut daftar penerbangan yang terdampak:
1. Etihad Airways EY-477 rute Bali-Abu Dhabi (18.45 Wita), 291 penumpang.
2. Qatar Airways QR-963 rute Bali-Doha (18.50 Wita), 240 penumpang.
3. Emirates EK369 rute Denpasar-Dubai (19.50 Wita), 509 penumpang.
4. Emirates EK399 rute Denpasar-Dubai (00.25 Wita), 349 penumpang.
5. Qatar QR961 rute Denpasar-Doha (00.30 Wita), 229 penumpang.
“Situasi Bandara diharapkan tetap aman dan kondusif dan fokus pada pelayanan terhadap penumpang terdampak pembatalan,” kata Puspa Negara.
Puspa Negara juga menjelaskan, beberapa maskapai telah menginformasikan pembatalan lebih awal melalui email kepada penumpang.
“Demikian pula, penanganan penumpang terdampak pembatalan penerbangan Etihad EY-477, Qatar QR-963, dan Emirates EK369 telah diarahkan sesuai kebijakan masing-masing maskapai,” kata Puspa Negara.
Penumpang Dialihkan ke Sejumlah Hotel
Untuk penanganan penumpang terdampak, maskapai telah mengarahkan akomodasi ke sejumlah hotel di Bali.
Penumpang Emirates diarahkan ke Hotel Golden Tulip, Hotel Pullman, Hotel Ibis Kuta, dan Hotel Ibis Denpasar. Sementara itu, penumpang Etihad diarahkan ke Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel.
“Penumpang Qatar Airways sebagian menunggu di bandara dan sebagian mencari akomodasi secara mandiri, dan pihak maskapai telah memberikan kompensasi berupa penggantian tiket,” terangnya.
Seluruh penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan diberikan opsi refund atau penjadwalan ulang penerbangan berikutnya.
“Saya berharap situasi Bandara Ngurah rai diharapkan tetap nyaman dan aman dari sisi pelayanan dan operasional,” terangnya.
Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Perang di Timur Tengah menyebabkan ruang udara di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait resmi ditutup pasca serangan rudal.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional penerbangan menuju dan dari Bali. “Perasaan para Tourist yang menggunakan jasa penerbangan kawasan Timur Tengah dipastikan was-was. Hal ini dipastikan mempengaruhi kondisi pariwisata Bali. Tumpukan penumpang mulai menjadi pemandangan nyata di terminal keberangkatan internasional dan harus mendapat pelayanan yang baik dan profesional. Bila perlu Bandara buka crisis centre,” kata Puspa Negara.
Menurutnya, konflik politik global tersebut belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi oleh unit teknis, stakeholders, dan pelaku pariwisata agar dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin.
Strategi Jaga Pasokan Wisman Bali
Puspa Negara mengingatkan bahwa Dubai merupakan hub penting bagi wisman Eropa dan Timur Tengah menuju Bali. Jika Dubai terganggu, otomatis pasokan wisman, khususnya wisman jetset Eropa dengan length of stay dan expenditure tinggi, ikut terpengaruh.
Sebagai langkah antisipasi, Bali harus tetap merawat pasar utama, seperti Australia, New Zealand, China, Korea Selatan, Taiwan, India dan Asia Tenggara.
“Hal itu dilakukan dengan berbagai langkah-langkah, diantaranya perkuat pelayanan, infrastruktur, keamanan, jaga lingkungan dan promosi yang terus menerus. Semoga konflik dan krisis di Timur tengah cepat berakhir,” pungkasnya. (red).




