KH Mahmud Ingatkan Bahaya Riya dan Kesombongan Dalam Ibadah
"Tidak semua pembaca Alquran dan ahli ibadah otomatis mendapatkan surga Allah. Bahkan, dalam sebuah peringatan keras, mereka yang beribadah dengan penuh kesombongan disebut sebagai golongan yang pertama kali dimasukkan ke dalam neraka"

Pacitan,JBM.co.id-Pendakwah kondang asal Pacitan, KH Mahmud, mengingatkan umat Islam agar senantiasa menjaga keikhlasan hati dalam beribadah, khususnya saat membaca dan mempelajari Alquran. Menurutnya, membaca ayat-ayat suci tanpa disertai niat yang lurus justru dapat menjadi bumerang bagi pelakunya.
KH Mahmud menegaskan, seseorang yang gemar membaca Alquran namun hatinya dipenuhi rasa ria dan kesombongan, berada dalam kondisi yang sangat berbahaya secara spiritual. Ibadah yang dilakukan bukan lagi berorientasi pada ridha Allah SWT, melainkan pada pujian dan pengakuan manusia.
“Tidak semua pembaca Alquran dan ahli ibadah otomatis mendapatkan surga Allah. Bahkan, dalam sebuah peringatan keras, mereka yang beribadah dengan penuh kesombongan disebut sebagai golongan yang pertama kali dimasukkan ke dalam neraka,” ujar KH Mahmud, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, inti dari seluruh ibadah adalah keikhlasan. Tanpa keikhlasan, amal yang secara lahir tampak mulia dapat kehilangan nilainya di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri, agar ibadah yang dijalankan benar-benar murni karena Allah.
Selain itu, KH Mahmud yang juga menjabat sebagai Inspektur di Inspektorat Pacitan mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menilai kualitas keimanan seseorang dari penampilan luar semata. Menurutnya, atribut keagamaan dan tampilan fisik bukanlah jaminan kemuliaan di hadapan Sang Pencipta.
“Janganlah kita menyombongkan ciri fisik seorang ahli ibadah lalu membandingkannya dengan mereka yang berpenampilan biasa. Bisa jadi, orang yang tampak sederhana justru memiliki hati yang jauh lebih ikhlas dan mulia di sisi Allah SWT,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa hakikat ibadah bukan terletak pada apa yang terlihat oleh manusia, melainkan pada ketulusan hati yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Dengan menjaga keikhlasan dan menjauhi rasa sombong, diharapkan setiap amal ibadah dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sebaliknya.(Red/yun).



