BeritaDaerahKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Kadinkes Pacitan, Dukung Pendapat Inspektur Mahmud Terkait Pemeriksaan Kesehatan Kejiwaan ASN dan Non ASN Secara Berkala

"Pemeriksaan berkala sangat membantu mendeteksi gangguan mental lebih awal, sehingga memungkinkan untuk intervensi yang lebih cepat"

Pacitan,JBM.co.id-Kesehatan mental memang merupakan aspek penting dan seringkali sulit diprediksi tanpa evaluasi berkala.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji menyatakan, sejalan dengan pendapat Inspektur Inspektorat, KH Mahmud, yang menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa dan mental secara berkala bagi seluruh ASN dan non-ASN.

“Pemeriksaan berkala sangat membantu mendeteksi gangguan mental lebih awal, sehingga memungkinkan untuk intervensi yang lebih cepat,” kata Daru, Selasa (23/9/2025).

Pejabat struktural yang juga berprofesi sebagai dokter umum ini mengatakan, gangguan mental yang tidak ditangani bisa berdampak serius pada kehidupan pribadi dan profesinya. “Kesehatan mental yang baik akan mendukung kinerja dan produktivitas kerja,” tegasnya.

Lantas bagaimana, cara mudah dan efektif bagi ASN maupun non ASN untuk melakukan cek kesehatan mental secara berkala?

Menurut Daru, ASN ataupun non ASN, pemegang kartu BPJS Kesehatan bisa mendapatkan layanan kesehatan mental, termasuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Selain itu juga tersedia Aplikasi SATUSEHAT Mobile. Kementerian Kesehatan menyediakan fitur skrining kesehatan jiwa gratis di aplikasi ini.

Beberapa platform lainnya, seperti Pijar Psikologi, Airlangga Safe Space, dan BagiKata yang menawarkan tes kesehatan mental secara daring.

Adapun beberapa tes kesehatan mental yang jamak dilakukan seperti PHQ-9. Metode ini digunakan untuk mendeteksi depresi.

BDI (Beck Depression Inventory)yaitu untuk mengukur tingkat keparahan depresi. Dan STEPI, untuk mengidentifikasi gejala skizofrenia. Selain itu juga ada Yale-Brown Obsessive Compulsive Scale, yaitu sebuah metode untuk mendiagnosis OCD.

“Semoga kesadaran akan pentingnya kesehatan mental terus meningkat dan lebih banyak orang yang proaktif dalam melakukan pemeriksaan dan perawatan,” harap Daru.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button