Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi Mengemuka, Bupati Pacitan Imbau Warga Tetap Tenang
"Kalau bisa jangan menaikkan harga BBM, ekonomi masyarakat akan semakin sulit"

Pacitan,JBM.co.id-Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi isu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang disebut-sebut akan terjadi pada April mendatang.
Dalam keterangannya pada Senin (30/3/2026), Bupati menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah kekhawatiran yang berkembang di masyarakat. Ia mengakui bahwa wacana kenaikan harga BBM berpotensi menimbulkan beban psikologis dan ekonomi, terlebih jika dipicu oleh situasi global seperti konflik di Timur Tengah.
“Namun sekali lagi, tetap tenang dan ikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah. Semoga kondusivitas tetap terjaga, masyarakat tetap adem ayem lan tentrem,” ujarnya.
Di sisi lain, suara kekhawatiran datang dari masyarakat. Salah seorang warga, Bambang Robi, berharap pemerintah dapat lebih peka terhadap kondisi ekonomi rakyat yang dinilai belum sepenuhnya pulih dari tekanan krisis sebelumnya.
“Kalau bisa jangan menaikkan harga BBM, ekonomi masyarakat akan semakin sulit,” ungkapnya.
Menurut Bambang, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak langsung pada biaya transportasi, tetapi juga memicu efek domino pada sektor lain. Ia memperkirakan harga kebutuhan pokok akan ikut melonjak, sementara daya beli masyarakat justru semakin melemah.
“Dampak lanjutannya bisa ke mana-mana. Ekonomi makin carut-marut, bahkan potensi kriminalitas bisa meningkat karena masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.
Isu ini pun menjadi perhatian serius, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, mengingat stabilitas ekonomi lokal sangat bergantung pada kebijakan energi nasional. Hingga kini, masyarakat diimbau untuk tetap menunggu informasi resmi sembari menjaga situasi tetap kondusif.(Red/yun).




