BeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahan

Hama Tikus dan Pathek Serang Area Persawahan dan Kebun Cabai Di Pacitan. Mbah Rudi O Minta, Dinas Terkait Segera Turun Tangan

"Dinas Pertanian sedapat mungkin hadir dan aktif mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah hama dan penyakit pada tanaman cabai dan hama tikus"

Pacitan,JBM.co.id- Kasus hama tikus dan pathek yang menyerang lahan persawahan dan perkebunan cabai di Pacitan, menjadi perhatian serius, dari wakil rakyat.

Seperti disampaikan Rudi Hartoyo, anggota DPRD berbasis Partai Hanura.

Politikus yang populis dengan sapaan Mbah Rudi O ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi petani padi dan cabai yang terkena dampak serangan hama tersebut.

“Saya harapkan, dinas terkait dan jajarannya untuk segera mengambil langkah efektif menangani hama tikus dan pathek. Kasihan petani kita yang saat ini terancam buntung gara-gara serangan hama tikus dan pathek,” katanya, Sabtu (13/9/2025).

Menurut Mbah Rudi O, beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam pengendalian hama, yaitu peran utama dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Mereka, sambung dia, diharapkan lebih aktif turun lapangan untuk mengendalikan sebaran hama dengan pemanfaatan predator alami seperti burung hantu (Tyto alba) yang efektif memangsa tikus.

“Mungkin juga dapat menggunakan rodentisida (racun tikus) secara bijaksana dan terkontrol untuk menghindari dampak lingkungan dan perawatan lahan yang baik untuk mengurangi sarang tikus,” jelas dia.

Lebih lanjut, legislator keterwakilan daerah pemilihan Kecamatan Pacitan-Pringkuku ini mengingatkan bahwa tikus dikenal sebagai hama destruktif yang bisa merusak tanaman, baik di fase pembibitan, pertumbuhan, maupun produksi.

Sementara penyakit pathek atau antraknosa pada tanaman cabai memang menjadi tantangan besar bagi petani.

Pathek disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan Gloeosporium sp yang menyerang buah, batang, dan daun cabai, terutama saat musim hujan dengan kelembaban tinggi.

Gejala Pathek yaitu muncul lesi atau spot hitam pada buah cabai, dan menyebabkan kebusukan.

Mbah Rudi O berharap, Dinas Pertanian dengan bantuan Petugas Penyuluh Lapangannya, bisa lebih aktif membantu petani.

Mereka sedapat mungkin hadir dan aktif mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah hama dan penyakit pada tanaman cabai dan hama tikus. Bukan hanya fokus pada aspek produksi, tapi juga dampak ekonomi seperti fluktuasi harga cabai yang bisa mempengaruhi inflasi.

Kenaikan harga cabai bisa berdampak pada inflasi, terutama jika cabai termasuk komoditas dengan bobot signifikan dalam indeks harga konsumen.

Aspek Penting yang perlu diperhatikan antara lain seperti:

1. Solusi terintegrasi, yaitu pendekatan pengendalian hama terpadu (Integrated Pest Management/IPM_) yang melibatkan aspek biologis, kimiawi, dan budidaya.

2. Dukungan kepada petani, berupa bantuan teknis dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

3. Stabilitas harga, yaitu fluktuasi harga cabai yang ekstrem bisa berdampak pada inflasi dan kesejahteraan masyarakat.

4. Ketahanan pangan, yaitu produksi cabai yang stabil penting untuk ketersediaan pangan dan ekonomi lokal.

5. Kolaborasi atau kerja sama antara dinas pertanian, petani, dan stakeholder lain untuk mencari solusi efektif.

Rudi Hartoyo al Mbah Rudi O.
Rudi Hartoyo al Mbah Rudi O.
Dengan upaya proaktif dari dinas terkait dan kolaborasi dengan petani, diharapkan masalah hama dan penyakit pada cabai bisa ditekan, serta menjaga stabilitas produksi dan harga untuk kesejahteraan masyarakat Pacitan.

“Arahkan petani untuk memilih varietas cabai yang toleran terhadap antraknosa. Dan berikan edukasi kepada petani tentang penggunaan fungisida yang tepat dan aman,” tegasnya.

Semoga dengan upaya bersama, petani cabai bisa mengatasi penyakit pathek dan meningkatkan hasil panen.

“Saya berharap langkah-langkah konkret bisa segera diambil untuk membantu petani Pacitan mengatasi masalah hama tikus dan pathek ini,” pungkas Mbah Rudi O.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button