BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPariwisataPemerintahan

Gubernur Koster Paparkan Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor, Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen

Jbm.co.id-DENPASAR | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencatat kinerja ekonomi dan pembangunan makro yang impresif sepanjang 2025. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen dalam pidato satu tahun kepemimpinan Koster-Giri di DPRD Bali, Rabu, 25 Maret 2026.

“Pertumbuhan ekonomi Bali secara kumulatif sebesar 5,82%, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 5,48%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11%, serta merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir,” kata Gubernur Koster.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,42 persen.

“Merupakan tingkat kemiskinan terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,25%,” tegasnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 1,45 persen. “Merupakan tingkat pengangguran terendah secara nasional dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,85%,” lanjutnya.

Dari sisi pemerataan, Indeks Gini Rasio Bali berada di angka 0,333.
“Artinya pendapatan masyarakat semakin merata dan semakin baik, serta lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,363,” paparnya.

Pendapatan per kapita masyarakat Bali juga meningkat menjadi Rp72,66 juta. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 79,37, dengan usia harapan hidup mencapai 75,46 tahun. Di sektor kesehatan, prevalensi stunting berada di angka 7,2 persen.

“Merupakan yang terendah secara nasional dan satu-satunya provinsi yang mencapai angka di bawah 10%,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja pembangunan yang melampaui target.

“Pencapaian indikator makro hasil pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja sangat baik, melampaui target yang direncanakan,” tegasnya.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Pemprov Bali juga mencatat sejumlah langkah strategis di berbagai sektor.

Dari sisi regulasi, pemerintah telah menerbitkan 10 peraturan daerah, 6 peraturan gubernur, serta berbagai instruksi dan surat edaran untuk memperkuat perlindungan budaya, lingkungan, dan ekonomi daerah.

Di sektor pariwisata, penerimaan dari pungutan wisatawan asing mencapai Rp369 miliar, dengan total 2,46 juta wisatawan yang membayar. Pemerintah juga memperketat penertiban wisatawan demi menjaga kualitas pariwisata berbasis budaya.

Transformasi ekonomi turut didorong melalui penguatan sektor pertanian organik, UMKM, industri lokal, serta ekonomi kreatif dan digital.
Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis terus berjalan, seperti pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani, rencana underpass Jimbaran, hingga pengembangan transportasi publik dan kendaraan listrik.

Di bidang lingkungan, pemerintah menargetkan penutupan total TPA Suwung pada 2026 serta mengembangkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Sementara itu, percepatan energi bersih dilakukan melalui pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan dan pemanfaatan PLTS atap. Penguatan Bali sebagai pulau digital juga digencarkan melalui pembangunan infrastruktur teknologi, termasuk Turyapada Tower di Bali Utara.

Seluruh capaian ini, menurut Gubernur Koster, merupakan bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sebagai arah pembangunan jangka panjang.

Gubernur Koster menekankan bahwa tahun pertama kepemimpinannya menjadi fondasi penting bagi masa depan pembangunan Bali yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button