Ekonomi Pacitan 2025 Melonjak 6,35 Persen, Ditopang Ledakan Produksi Pertanian dan Investasi Baru
"Pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir"

Pacitan,JBM.co.id-Perekonomian Kabupaten Pacitan pada tahun 2025 menunjukkan performa impresif. Berdasarkan catatan statistik terbaru, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 6,35 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,34 persen. Kinerja ini ditopang oleh lonjakan produksi sektor pertanian, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta menguatnya investasi daerah.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Setda Pacitan, Hesti Suteki, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 didorong oleh peningkatan signifikan di sektor produksi, terutama pertanian. Selain itu, konsumsi rumah tangga dan investasi juga tumbuh positif sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah,” ujar Hesti.
Dari sisi produksi, sektor pertanian menjadi motor utama pertumbuhan. Produksi padi meningkat hingga 90 persen, jagung tumbuh 19 persen, dan ubi kayu melonjak 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca yang mendukung menjadi faktor penting di balik kenaikan tersebut.
Komoditas kehutanan juga mencatat tren positif. Produksi kayu mahoni dan sonokeling mengalami kenaikan, sementara komoditas non-kayu seperti bambu tumbuh 7,57 persen.
Menurut Hesti, peningkatan ini bukan hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat di wilayah pedesaan.
Indikator pariwisata turut menunjukkan perbaikan. Aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat seiring bertambahnya perjalanan wisata serta penyelenggaraan event nasional di Pacitan.
Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi berdampak pada naiknya konsumsi rumah tangga, baik untuk kebutuhan makanan maupun non-makanan. Komponen pengeluaran lembaga non-profit juga mengalami pertumbuhan, dipicu oleh adanya agenda politik tingkat nasional, meskipun nilainya tidak sebesar tahun sebelumnya.
Dari sisi investasi, indikator menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Beroperasinya beberapa unit SPPG mendorong pertumbuhan pembentukan modal, baik bangunan maupun non-bangunan. Hal ini tercermin pada meningkatnya komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dibandingkan tahun 2024.
“Investasi yang masuk memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur ekonomi daerah,” jelas Hesti.
Tidak hanya ekonomi, indikator sosial juga menunjukkan perbaikan. Jumlah penduduk Pacitan pada 2025 tercatat sekitar 589 ribu jiwa, dengan persentase penduduk miskin turun menjadi 12,97 persen, dari 13,08 persen pada 2024.
Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 1,40 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,26, naik dari 71,49 pada tahun sebelumnya. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku juga naik menjadi Rp38,21 juta, dibandingkan Rp35,09 juta pada 2024.
Hesti menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami optimistis tren positif ini dapat terus dijaga dengan memperkuat sektor unggulan, meningkatkan kualitas SDM, serta menjaga stabilitas investasi di Pacitan,” pungkasnya.
Kombinasi pertumbuhan produksi, konsumsi yang kuat, serta investasi yang meningkat, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Pacitan dalam memperkokoh fondasi pembangunan ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.(Red/yun).




