BeritaDaerahEkonomiPemerintahanSosial

Efisiensi Anggaran Kian Menjerat, Perjalanan Dinas di Pacitan Nyaris Lumpuh

"Pemerintah Kabupaten Pacitan bahkan telah melakukan efisiensi ulang hingga anggaran yang tersisa kini jauh dari kondisi normal"

Pacitan,JBM.co.id-Ibarat kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau. Begitulah gambaran kondisi yang kini dihadapi banyak pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Pacitan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Dampak kebijakan tersebut mulai terasa nyata. Salah satu pos yang paling terpukul adalah belanja perjalanan dinas. Pemerintah Kabupaten Pacitan bahkan telah melakukan efisiensi ulang hingga anggaran yang tersisa kini jauh dari kondisi normal.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Deni Cahyantoro, mengungkapkan bahwa sebelumnya anggaran perjalanan dinas telah ditekan hingga hanya sekitar 30 persen dari kondisi normal. Namun, jumlah tersebut kembali dipangkas hingga 50 persen.

“Sekarang dari 30 persen itu kembali tereduksi setengahnya. Ya habis memang pos belanja perjalanan dinas,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Efisiensi ini tidak hanya berlaku di lingkup Sekretariat Daerah (Setda), tetapi juga menyasar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan, sejumlah komponen pendukung perjalanan dinas ikut dihapus.

“Termasuk uang harian juga dipangkas. Kalau tidak salah, sudah tidak ada lagi uang makan saat perjalanan dinas,” tambahnya.

Kebijakan penghematan ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut memaksa daerah untuk melakukan rasionalisasi belanja secara besar-besaran.

Sementara itu, terkait rencana penyesuaian belanja pegawai hingga 30 persen pada tahun anggaran 2027, Deni belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menyebut kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan tergolong sensitif.

“Masih dikaji, jadi belum bisa kami sampaikan,” pungkasnya.

Dengan kondisi fiskal yang semakin ketat, pemerintah daerah kini dituntut untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran, di tengah kebutuhan pelayanan publik yang tetap harus berjalan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button