BeritaDaerahDenpasarEkonomiPolitikSeni Budaya

Dipastikan Jadi Anggota DPD RI, Rai Mantra Fokus Jaga Budaya Sebagai Aset

Jbm.co.id-DENPASAR | Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dipastikan duduk sebagai salah satu anggota DPD RI lantaran perolehan suaranya tertinggi, yang bakal sulit dikejar calon anggota DPD RI lainnya.

Mengingat, sistem legislatif RI adalah bikamaral atau dua kamar dengan adanya lembaga DPR dan DPD RI lantaran lembaga representatif tersebut melengkapi dari kelembagaan DPR itu sendiri. Meski demikian, dibutuhkan juga suatu ruang yang netral dalam menggali potensi.

Menariknya, seluruh provinsi di Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda.Namun, jika diukur dari potensi ekonomi sifatnya berupa aset berwujud dan tidak berwujud.

Advertisement

Hal inilah yang menjadi tantangan ide yang semestinya diungkapkan, untuk bisa diterima dan dikerjakan secara bersama, dengan berfokus pada budaya yang bisa dijadikan sebagai aset.

“Dalam posisi pendapatan negara yang pertama dihasilkan dari tambang dan pendapatan kedua berasal dari devisa pariwisata, menurut pak Menteri Sandiaga Uno tahun 2021 dimana pariwisata Bali identik dengan pariwisata budaya,” kata
Calon DPD RI Dapil Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Jumat, 16 Pebruari 2024.

Menurutnya, secara teori, budaya itu sebagai aset untuk menjaga potensi itu kedepan, sehingga karakteristik dan identitas diciptakan oleh daerah itu masing-masing.

“Jika dilihat budaya itu secara umum, jelas ada sistem ritual, aksara, sistem seni serta organisasi sosial, juga ada sistem ekonomi dan teknologi. Tak hanya Bali, bahkan Padang, Yogya dan Toraja juga melakukan hal yang sama dari sisi potensinya ada pada kekuatan budaya sebagai aset,” terangnya.

Oleh karena itu,
kemenangan dalam mengungkapkan suatu ide dan gagasan semestinya memiliki suatu persepsi yang sama, siapapun nantinya duduk sebagai anggota DPD RI, meski nantinya tugas itu berbeda-beda dalam pembagian komite-komite.

Meski demikian, lanjutnya konsep bermodalkan budaya ini akan bisa mewadahi pola pemikiran mereka didalam komite-komite tersebut.

“Jadi, modal budaya ini merupakan suatu khasanah yang memang sangat fundamental pengejawantahan dari pariwisata. Itu sebagai aset,” tegasnya.

Tak hanya itu, budaya Nusantara juga harus dijaga kelestariannya yang punya dimensi-dimensi, yang salah satunya budaya Bali.

“Artinya potensi ini yang harus kita jaga, lantaran budaya sebagai modal. Jadi, ini yang memang perlu kita jaga. Kita harus punya tatanan konsep. Jika sudah sama satu persepsi, bahwa budaya itu sebagai aset atau modal yang tidak berwujud, berarti ada 7 unsur itu yang harus kita jaga,” tambahnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button