Diah Werdhi Srikandi Apresiasi Gagasan Generasi Muda Ramaikan Lomba Karya Tulis Bulan Bung Karno 2026 Bahas 100 Tahun Masa Depan Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Serangkaian Bulan Bung Karno 2026, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyelenggarakan 17 lomba, salah satunya lomba karya tulis.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi, W.S, S.E., M.M., mengkoordinir salah satu lomba yang banyak peminat atau peserta, yakni lomba karya tulis dengan mengambil tema “Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125”.
Menurutnya, peserta yang berpartisipasi sebanyak 453 tim melibatkan sekitar 1.812 orang dengan catatan 1 tim minimal 3 orang. Menariknya lagi, karya tulis dinilai oleh 20 Dewan Juri dari kalangan Profesor, Doktor dan Profesional.
“Itu sangat luar biasa peminatnya dan ide gagasan ilmiah peserta sangat bagus dan menarik,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S, S.E., M.M., yang juga Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak di Denpasar, Senin, 29 Juni 2026.

Juara 1 Kategori Umum diraih:
1. Dr. I Wayan Windi Artha, S.Ked.
2. I Made Suyun Yustika, S.IKom.
3. Agus Mahendra Saputra, S.Psi.,M.A.CCP
Ketiga peserta berasal dari Kota Denpasar dengan mengambil judul: Usada Ning Taksu: Transformasi Digital Pelestarian dan Pendayagunaan Usada Berbasis Website melalui Sinergi Penta Helix Guna Mendukung 100 Tahun Bali Era Bali.
Sementara itu, Juara 1 Kategori Siswa/Mahasiswa diraih:
1. Komang Keysa Kushi Pratiwi
2. I Gusti Ayu Aish Sahwahitha
3. Samuel Meilandri Keisya Patah
4. Kadek Vandi Natha Lesmana
5. Ni Putu Ratna Meidayanti
Mereka berasal dari Universitas Udayana (Unud) berjudul Yowana Mangrove Raksa: Sinergi Digitalisasi Sagara Raksa dan Modalitas Adat dalam Transformasi Restorasi Mangrove Berbasis Komunitas.
Lebih lanjut, Diah Werdhi Srikandi menyebutkan Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali mengambil tema “Setialah Kepada Sumbermu” dengan sub tema: “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”.
Tema ini menegaskan pesan Bung Karno, agar seluruh kader dan masyarakat tetap berpijak pada kekuatan rakyat, menjaga semangat gotong royong, nasionalisme dan menjadikan perjuangan sebagai kerja nyata ditengah masyarakat, bukan sekadar seremonial.
Mengenai sosok bung Karno, Diah Werdhi Srikandi menegaskan Bung Karno adalah Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bapak Bangsa, sekaligus seorang pemimpin visioner yang mampu membangkitkan semangat persatuan ditengah keberagaman.
“Beliau bukan hanya seorang orator ulung, tetapi juga seorang pemikir besar yang melahirkan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia,” kata Diah Werdhi Srikandi.
Menurutnya, Bung Karno mengajarkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja keras, gotong royong, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Bahkan, Bung Karno selalu menempatkan rakyat sebagai sumber kekuatan bangsa melalui ajaran Trisakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Bung Karno mewariskan arah pembangunan Indonesia yang tetap relevan hingga saat ini. Semangat Bung Karno tidak hanya hidup dalam pidato-pidatonya, tetapi juga dalam keteladanan, keberanian mengambil keputusan, kecintaannya kepada tanah air, dan keyakinannya bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Meneladani Bung Karno bukan berarti sekadar mengenang jasa-jasanya, tetapi menghidupkan nilai perjuangannya dalam setiap pengabdian kepada rakyat, menjaga persatuan, merawat kebudayaan dan membangun Indonesia dengan semangat gotong royong.
“Seperti pesan Bung Karno, yaitu JASMERAH berarti Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah, karena dari sejarah kita menemukan jati diri dan arah masa depan bangsa,” tegasnya. (ace).




