BeritaDaerahKesehatanLalu LintasLingkungan HidupPemerintahanPendidikanSosial

Debu di Jalan Gatot Subroto Pacitan: Ceceran Tanah Liat Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

"Setiap kali kendaraan melintas, debu beterbangan dan kerap mengenai pengendara lain"

Pacitan,JBM.co.id- Ruas Jalan Gatot Subroto, salah satu jalur vital di kawasan kota Pacitan, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Bukan karena kerusakan jalan berlubang, melainkan persoalan yang kerap luput dari perhatian: ceceran tanah liat yang mengering dan berserakan di sepanjang badan jalan.

Kondisi ini terpantau mulai dari area Terminal Bus, melintasi Pasar Minulyo, depan kafe dan karaoke Apollo, hingga mendekati perempatan Cuik dan ke arah barat SPBU Ploso. Tanah liat yang tercecer tersebut kini berubah menjadi debu halus saat dilindas kendaraan, menciptakan ketidaknyamanan sekaligus ancaman bagi para pengguna jalan.

Setiap kali kendaraan melintas, debu beterbangan dan kerap mengenai pengendara lain. Tidak sedikit yang mengeluhkan perih di mata hingga gangguan pernapasan ringan akibat paparan debu tersebut. Situasi semakin mengkhawatirkan saat hujan turun. Tanah liat yang semula mengering berubah menjadi licin, membentuk lapisan lumpur tipis di atas aspal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

“Kalau ramai kendaraan pasti berdebu, kadang sampai sakit kena mata. Kalau kena hujan, tanahnya jadi licin sekali,” ungkap Sutopo, salah seorang pengguna jalan, Minggu (12/4/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Anto, warga yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia menilai kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari tanpa adanya penanganan berarti. Menurutnya, sumber permasalahan diduga berasal dari truk pengangkut material urugan yang tidak menggunakan penutup terpal dengan baik.

“Kudune yang punya truk itu tanggung jawab. Tidak ditutup terpal, jadi banyak yang jatuh di jalan,” ujarnya.

Hingga saat ini, ceceran tanah liat masih terlihat melekat di berbagai titik secara sporadis. Belum tampak adanya upaya pembersihan dari pihak terkait, sementara aktivitas lalu lintas di jalur tersebut terus berjalan padat setiap harinya.

Situasi ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat dampaknya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Warga berharap ada tindakan cepat dari instansi berwenang, sekaligus kesadaran dari para pengusaha angkutan material untuk lebih bertanggung jawab, demi menjaga keamanan bersama di jalan raya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button