Dari Royal Bali College Menuju Dunia Kerja Global, Wave Hotel Perkuat Rekrutmen Talenta Indonesia

Jbm.co.id-GIANYAR | Peluang karier internasional bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor hospitality, semakin terbuka. Hal itu terlihat dalam kegiatan Meet and Greet Wave Hotel Bulgaria yang diinisiasi Royal Bali College (RBC) dan digelar pada Sabtu, 12 September 2026, di kampus Royal Bali College.
Kegiatan bertema “Rising Together in Bulgaria” dengan subtema “Your Journey to An Overseas Career Starts Here” tersebut menjadi ajang pertemuan antara calon pekerja Indonesia dengan perwakilan industri hospitality Bulgaria sekaligus memperkuat kerja sama penyiapan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Kegiatan tersebut digelar bersinergi dengan Opus Recruitment SRL dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kepala BP3MI Bali Muhammad Iqbal, S.H., M.H., Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Setiawan, S.T., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar Drs. I Gede Suardana Putra, M.Si. beserta jajaran, Director Human Resources Wave Hotel Mr Georgi Yanev, Founder & Managing Director Opus Recruitment SRL Mr Michael Mihai, perwakilan Recruitment Opus Indonesia, hingga perwakilan CEO HOSPIRE (Hospitality Integrated Recruitment & Education), Hasby Syadzali, S.Kom. Rangkaian acara juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wave Hotel dan Royal Bali College. Selain itu, dilakukan penyerahan plakat dari RBC kepada Opus dan Wave, serta penyerahan plakat dari ISS kepada Wave sebagai simbol penguatan kolaborasi antar pihak.
Ketua Yayasan Manggala Widya Sastra (MWS), Nyoman Kariyasa, yang didampingi Ni Kadek Suwandayani, S.Pd., M.M selaku Direktur LPK Royal Bali College, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kesempatan Royal Bali College menjadi tempat penyelenggaraan Meet and Greet merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan terhadap institusi pendidikan tersebut.
“Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara pada hari ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Secara khusus, pihaknya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada ISS Management dan Opus Recruitment Indonesia yang telah menyetujui pengajuan awal, sehingga Kampus Royal Bali College dapat menjadi tempat atau venue untuk kegiatan Meet and Greet.
“Bagi kami, kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan. Di Yayasan Manggala Widya Sastra, bersama anak-anak kami tercinta di Kampus Royal Bali College, kami senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Kariyasa, pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi antara yayasan, lembaga pendidikan, pemerintah, pekerja, serta agen atau mitra terkait. Kerja sama internasional yang dibangun melalui kegiatan tersebut juga diharapkan tidak sekadar membuka peluang pekerjaan, tetapi menjadi bagian dari hubungan persahabatan antara Indonesia dan Bulgaria.
“Kita semua tentu memiliki harapan dan mimpi besar. Seperti dua bendera yang berkibar bersama, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi simbol persahabatan dan hubungan baik antara kedua negara, Bulgaria dan Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar sebuah kegiatan, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk membawa kehormatan dan kebaikan bagi kedua negara. Diharapkan kerja sama ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya bagi Kampus Royal Bali College dan seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, Kepala BP3MI Bali Muhammad Iqbal, S.H., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung proses penempatan pekerja migran Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Royal Bali College dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai pelayanan dan pemberian manfaat kepada masyarakat membutuhkan sinergi kuat antara yayasan, lembaga pendidikan, pemerintah, agen perekrutan, dan mitra lainnya. Dalam konteks peluang kerja di Bulgaria, kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk memperoleh pengalaman di lingkungan internasional.
“Kita semua memiliki harapan dan mimpi besar. Seperti dua bendera yang berkibar bersama, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi simbol persahabatan, kemitraan, dan hubungan yang semakin erat antara Bulgaria dan Indonesia,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa Meet and Greet ini bukan sekadar sebuah kegiatan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membawa kehormatan, persahabatan, serta dampak positif bagi kedua negara.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat, khususnya bagi Royal Bali College dan seluruh pihak yang terlibat dalam kerja sama ini,” pungkasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Setiawan, S.T., M.Si., menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, peluang kerja yang tersedia di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan calon pekerja, bukan hanya dari aspek kompetensi, tetapi juga mental dan karakter.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari yang sangat penting, terutama bagi adik-adik calon pekerja migran Indonesia. Namun, bagi kami di pemerintahan, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah, dengan para pelaku di sektor penyiapan dan penempatan tenaga kerja,” terangnya.
Setiawan mengatakan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar sehingga peluang penempatan bagi calon pekerja Indonesia juga semakin terbuka. Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja internasional tidak cukup hanya dengan memiliki keterampilan teknis.
“Saya tidak ingin mengulang apa yang telah disampaikan oleh Kepala BP3MI. Namun, saya ingin mengingatkan kepada seluruh calon tenaga kerja bahwa yang harus dipersiapkan bukan hanya kompetensi, tetapi juga mental dan karakter,” tegasnya.
Menurutnya, ketidaksiapan mental dan karakter masih menjadi salah satu persoalan yang dapat menghambat pekerja migran dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, calon pekerja perlu memahami budaya, aturan, kebiasaan, serta batasan perilaku di negara tujuan.
“Karena itu, kesiapan mental dan karakter menjadi sangat penting. Selain kompetensi, calon pekerja juga harus memahami budaya, aturan, kebiasaan, serta hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di negara tempat mereka bekerja. Dengan memahami do and don’ts, kita berharap para pekerja dapat beradaptasi dengan baik, bekerja secara profesional, dan menjaga nama baik Indonesia,” jelasnya.
Setiawan juga menyoroti peluang kerja sama melalui skema business to business (B2B) yang telah berjalan. Ke depan, ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menuju skema government to government (G2G) untuk memberikan kepastian dan kemantapan yang lebih besar dalam proses penempatan serta perlindungan tenaga kerja.
Selain membuka kesempatan kerja, Setiawan mengingatkan pentingnya menjadikan pengalaman bekerja di luar negeri sebagai investasi sumber daya manusia bagi Bali. Para pekerja diharapkan membawa pulang pengalaman, keterampilan, pengetahuan, serta best practices yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk kemudian berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kami juga melihat bahwa peluang bekerja di luar negeri saat ini semakin terbuka. Namun, jangan sampai seluruh tenaga terbaik kita justru keluar dan tidak ada yang kembali untuk membangun daerahnya sendiri,” tandasnya.
Dari pihak Opus Recruitment SRL, Founder & Managing Director Mr. Michael Mihai secara khusus memberikan dorongan kepada para calon pekerja yang bersiap mengambil kesempatan berkarier di Bulgaria. Ia mengingatkan bahwa keberangkatan ke luar negeri membawa tanggung jawab lebih besar karena para pekerja tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama Bali dan Indonesia.
“Kepada kalian semua yang hadir di sini dan siap mengambil langkah berikutnya menuju kesuksesan di Bulgaria, saya ingin mengatakan: selamat datang, dan wujudkan impian kalian!,” tegasnya.
“Ada satu hal yang sangat penting untuk kalian ingat. Ketika kalian pergi ke Bulgaria, kalian tidak hanya mewakili diri kalian sendiri. Kalian mewakili Bali dan Indonesia. Setiap tindakan, setiap keputusan, dan cara kalian bersikap tidak hanya akan mencerminkan diri kalian, tetapi juga orang-orang dan negara yang kalian wakili,” imbuhnya.
Mr. Mihai meminta para calon pekerja untuk saling mendukung, menghormati budaya setempat, bertanggung jawab, serta menjadikan pengalaman di Bulgaria sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.
“Ketika kalian tiba di Bulgaria, tetaplah menjadi diri kalian sendiri. Bersikaplah bertanggung jawab, hormati orang-orang dan budaya di sekitar kalian, serta manfaatkan setiap pengalaman yang kalian dapatkan. Ini adalah kesempatan bagi kalian untuk melihat dunia dan belajar darinya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri tidak semata-mata mengenai penghasilan. Bagi pekerja muda, pengalaman, pembelajaran, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menguji kemampuan diri dinilai memiliki nilai penting dalam membangun karier jangka panjang.
“Tentu saja, semua orang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan penghasilan. Itu adalah hal yang wajar. Namun, di usia kalian sekarang, saya percaya bahwa prioritas terbesar adalah mendapatkan pengalaman dan menguji kemampuan diri sendiri,” ungkapnya.
Menurut Mr. Mihai, pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat menjadi modal untuk membangun sesuatu setelah pekerja kembali ke Indonesia. Ia berharap para pekerja yang mendapatkan kesempatan tersebut kelak dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Jadi, mengapa kalian tidak bisa melakukan hal yang sama? Kejar impian kalian. Pergilah, bekerja keras, belajarlah sebanyak mungkin, dapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya, dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkapnya memotivasi.
Mr. Mihai turut mengapresiasi dukungan pemerintah serta berbagai institusi pendidikan, LPK, perguruan tinggi, agen perekrutan, dan mitra yang terlibat dalam program tersebut.
“Tanpa dukungan pemerintah, kita tidak akan mampu mewujudkan semua ini. Kami membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, dan dari pihak kami, kami akan melakukan yang terbaik untuk memberikan kembali sebanyak mungkin serta memastikan kesempatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Sementara itu, Director Human Resources Wave Hotel, Mr. Georgi Yanev, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja Indonesia di hotel tersebut. Ia menyebut Wave Resort sebagai salah satu hotel terbesar dan termewah di Bulgaria dengan lebih dari 400 staf serta standar pelayanan yang tinggi.
“Saya yakin beberapa dari kalian sudah pernah mendengar tentang Wave Resort. Wave Resort merupakan salah satu hotel terbesar dan termewah di Bulgaria. Kami memiliki lebih dari 400 staf dan memberikan pelayanan berkelas tinggi kepada jumlah tamu yang terbatas,” jelasnya.
“Para tamu kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap kualitas pelayanan. Karena itu, kami membutuhkan orang-orang yang profesional, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu bekerja dalam lingkungan hotel mewah dengan standar yang tinggi,” tambahnya.
Yanev menjelaskan bahwa Wave Hotel sebelumnya telah mempekerjakan tenaga kerja asing. Namun, pengalaman merekrut pekerja Indonesia menunjukkan hasil yang sangat positif. Setelah sebelumnya hanya membawa sejumlah kecil pekerja Indonesia, Wave kemudian meningkatkan jumlah perekrutan secara signifikan.
“Selama bertahun-tahun, kami telah mempekerjakan tenaga kerja asing di Bulgaria. Beberapa tahun lalu, kami mulai mencoba membawa sejumlah kecil pekerja Indonesia ke hotel kami. Mereka menunjukkan kinerja yang sangat baik. Namun, kami juga menyadari bahwa lima orang belum cukup untuk menunjukkan potensi tenaga kerja Indonesia secara keseluruhan,” terangnya.
Menurut Yanev, performa para pekerja Indonesia menjadi salah satu alasan Wave Hotel meningkatkan kepercayaannya terhadap tenaga kerja Indonesia. Ia menyebut pekerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan yang dinilai sesuai dengan tuntutan lingkungan hotel berkelas tinggi.
“Mereka membuktikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan yang sangat baik untuk bekerja di lingkungan hotel berkelas tinggi,” ungkapnya.
“Karena itu, saya memiliki kabar yang cukup menggembirakan untuk kalian. Tahun depan, kami berencana memiliki lebih dari 250 pekerja Indonesia di hotel kami,” imbuhnya.
Target tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan Wave Hotel terhadap tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi calon pekerja yang mengikuti proses seleksi. Yanev bahkan berharap jumlah kandidat yang diterima pada tahun berikutnya dapat kembali meningkat.
Yanev menambahkan, banyak pekerja yang kini bekerja di Wave Hotel sebelumnya juga berada pada posisi yang sama seperti para kandidat yang mengikuti Meet and Greet di Royal Bali College. Karena itu, ia berharap semakin banyak peserta tahun ini dapat mengikuti jejak mereka dan memperoleh kesempatan bekerja di Bulgaria.
“Jadi, saya berharap tahun depan banyak dari kalian, atau mengapa tidak semuanya, mendapat kesempatan untuk bergabung dengan hotel saya, bekerja bersama kami, dan merasakan pengalaman hidup serta bekerja di Bulgaria,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, aspek digitalisasi proses rekrutmen dan pengembangan tenaga kerja juga menjadi salah satu perhatian. Direktur PT Indo Samudra Service Management (ISS), Putu Alit Budi Sastrawan, Amd, Par, CHt, SH., yang diwakili Founder HOSPIRE Hasby Syazali, memperkenalkan HOSPIRE atau Hospitality Integrated Recruitment and Education sebagai salah satu program yang dikembangkan ISS.
“Terkait dengan program-program yang sedang kami kembangkan, salah satunya adalah HOSPIRE, yang merupakan akronim dari Hospitality Integrated Recruitment and Education,” jelasnya.
HOSPIRE merupakan salah satu program dari PT ISS dalam rangka mendorong digitalisasi, khususnya dalam proses edukasi, sertifikasi, rekrutmen, hingga penempatan tenaga kerja di sektor hospitality.
Melalui HOSPIRE, proses pembelajaran calon tenaga kerja dikembangkan dalam format e-learning. Setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran, peserta atau aplikan akan menjalani proses sertifikasi secara digital. Sistem tersebut kemudian terhubung dengan tahapan rekrutmen hingga penempatan kerja.
“Melalui program ini, proses pembelajaran atau learning akan didokumentasikan dan dikembangkan dalam bentuk e-learning. Setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran, para peserta atau aplikan akan mendapatkan proses sertifikasi secara digital,” tuturnya.
Tahap berikutnya adalah placement atau penempatan kerja. Seluruh proses rekrutmen dan penempatan akan dipantau melalui dashboard HOSPIRE. Dengan sistem ini, proses rekrutmen dapat dilakukan dan dimonitor secara digital, sehingga perkembangan setiap aplikan dapat dipantau, termasuk negara tempat mereka ditempatkan dan bekerja.
Dengan demikian, HOSPIRE diarahkan menjadi ekosistem digital yang mengintegrasikan proses pembelajaran, sertifikasi, rekrutmen, penempatan, hingga monitoring tenaga kerja. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat membuat proses penyiapan tenaga kerja hospitality lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dipantau.
Kegiatan Meet and Greet Wave Hotel Bulgaria di Royal Bali College pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara calon pekerja dengan calon pemberi kerja dari luar negeri. Penandatanganan MoU, penguatan kerja sama antara RBC, Wave Hotel, Opus Recruitment, ISS, pemerintah, serta pengembangan sistem HOSPIRE menunjukkan upaya membangun ekosistem penempatan tenaga kerja Indonesia yang lebih terintegrasi.
Disisi lain, meningkatnya jumlah pekerja Indonesia di Wave Hotel menjadi gambaran semakin besarnya peluang tenaga kerja Indonesia di industri hospitality Bulgaria. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap calon pekerja memiliki kompetensi, mental, karakter, pemahaman budaya, dan profesionalisme yang memadai agar mampu bekerja sekaligus membawa nama baik Bali dan Indonesia di tingkat internasional.
Reporter: Agung S.
Redaktur: Putu Wiguna




