BeritaDaerahEkonomiPemerintahanSosial

Senyum Lamidi dan Harapan Baru di Usia Senja, Terima Bantuan Becak Listrik Dari Presiden Prabowo

"Ya senang Mas. Alhamdulillah dapat bantuan dari Pak Presiden buat membantu kelancaran mencari rejeki setiap harinya"

Pacitan,JBM.co.id-Senyum Lamidi merekah lebar pagi itu. Di halaman Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Pacitan, lelaki 60 tahun tersebut berdiri di samping becak listrik barunya, kendaraan yang bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol harapan baru di usia senja.

Lamidi adalah satu dari 100 pengayuh becak yang menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bagi Lamidi, bantuan ini bukan hanya hadiah, melainkan pengakuan atas puluhan tahun keringat yang ia teteskan di jalanan.

Sejak 1998, hidup Lamidi nyaris tak pernah lepas dari andongan becak. Ia memulai dari becak kayuh konvensional, beralih ke becak motor, hingga kini mencoba teknologi becak listrik yang dinilainya jauh lebih ramah bagi tenaga dan biaya.

“Ya senang Mas. Alhamdulillah dapat bantuan dari Pak Presiden buat membantu kelancaran mencari rejeki setiap harinya,” ujar Lamidi, Sabtu (7/2/2026), di sela-sela acara penyerahan bantuan.

Lamidi dengan becak listrik barunya.
Lamidi dengan becak listrik barunya.
Di usia yang tak lagi muda, kayuhan becak bukan perkara ringan. Tenaga yang menurun dan biaya perawatan kendaraan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengayuh becak lansia. Becak listrik hadir sebagai solusi yang lebih ekonomis, hemat bahan bakar, minim perawatan, dan yang terpenting, mengurangi beban fisik.

Dari sisi edukatif, penggunaan becak listrik juga sejalan dengan upaya transisi menuju transportasi ramah lingkungan. Kendaraan berbasis listrik dinilai mampu menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi kecil seperti tukang becak, ojek, hingga pedagang keliling.

Lamidi mengaku tak pernah membayangkan di usianya yang sudah uzur, ia masih mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Indonesia. Harapannya sederhana, becak itu awet dan bisa terus digunakan untuk menghidupi keluarga.

“Semoga becak ini awet untuk mencari nafkah,” tuturnya lirih.

Tak lupa, Lamidi menyampaikan doa tulus untuk Presiden Prabowo Subianto. Di balik kesederhanaannya, tersimpan rasa syukur mendalam atas kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil.

“Matur nuwun Pak Prabowo. Semoga panjenengan selalu diberikan rejeki kesehatan dan panjang umur,” katanya.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional, kisah Lamidi menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati bukan hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir meringankan kayuhan hidup warganya, satu becak, satu senyum, dan satu harapan pada satu waktu.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button