Dari Luweng Ombo hingga Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Pacitan Kobarkan Semangat Kemerdekaan ke-81
"Tantangan generasi sekarang memang berbeda dengan para pejuang dahulu, tetapi nilai keberanian, persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa tetap menjadi fondasi yang tidak boleh luntur"

Pacitan,JBM.co.id-Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Pacitan berlangsung khidmat, tertib, dan sarat semangat kebangsaan.
Momentum sakral yang diperingati setiap 17 Agustus itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pacitan dipimpin Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro. Bupati pada waktu yang bersamaan memimpin upacara bendera di kawasan Luweng Ombo.
Dalam suasana penuh penghormatan terhadap jasa para pahlawan, Gagarin mengajak seluruh masyarakat Pacitan untuk tidak berhenti mengenang perjuangan para pendahulu. Semangat para pejuang, menurutnya, harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian dan kerja keras untuk membangun daerah serta bangsa.
Kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga tidak boleh dimaknai sebatas terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan menghadirkan tanggung jawab bagi setiap generasi untuk memastikan cita-cita para pendiri bangsa tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
“Semangat perjuangan harus terus kita kobarkan. Tantangan generasi sekarang memang berbeda dengan para pejuang dahulu, tetapi nilai keberanian, persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa tetap menjadi fondasi yang tidak boleh luntur,”katanya, Senin (17/8).

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus perubahan global, patriotisme tidak lagi selalu diwujudkan melalui perjuangan di medan perang. Patriotisme hari ini dapat hadir melalui kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama, menjaga persatuan, mencintai lingkungan, berprestasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pacitan bukan hanya seremoni tahunan. Ia menjadi refleksi bersama bahwa perjalanan bangsa masih panjang. Api perjuangan yang dahulu dinyalakan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari Pacitan, semangat itu kembali diteguhkan: kemerdekaan adalah warisan, tetapi mengisinya dengan pengabdian adalah tugas setiap generasi.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semangat perjuangan tak boleh padam, persatuan tak boleh tercerai, dan cita-cita Indonesia maju harus terus diperjuangkan bersama,” pungkas Gagarin.(Red/yun).




