Capilan Fest #2 “Laku Suci Noto Jiwo”: Festival Budaya Memperkuat Identitas dan Nilai Kebersamaan di Kecamatan Sudimoro
"Dalam dunia yang terus berubah, akar budaya dan nilai-nilai luhur itulah yang menjadi pijakan bagi masyarakat agar tetap teguh pada jati diri serta membangun kebersamaan yang kokoh"

Pacitan,JBM.co.id- Kecamatan Sudimoro siap menjadi sorotan publik budaya pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan digelarnya Capilan Fest #2 bertema “Laku Suci Noto Jiwo”. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan ruang edukatif untuk memperkenalkan dan menguatkan nilai-nilai luhur budaya kepada masyarakat luas.
Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonago, menyampaikan bahwa gelar budaya seperti Capilan Fest merupakan “jembatan penting antara generasi muda dan akar budaya lokal”. Menurut Bupati, nilai Laku Suci Noto Jiwo mengandung filosofi kehidupan: kesucian hati, kedisiplinan, dan keteguhan jiwa dalam menghadapi tantangan zaman.
“Dalam dunia yang terus berubah, akar budaya dan nilai-nilai luhur itulah yang menjadi pijakan bagi masyarakat agar tetap teguh pada jati diri serta membangun kebersamaan yang kokoh,” ujar Bupati, Jum’at (13/2/2026).
Bupati juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui kegiatan yang bersifat kreatif, partisipatif, dan mendidik. Festival seperti Capilen Fest diharapkan menjadi ruang belajar tidak hanya untuk seniman, tetapi juga bagi pelajar, keluarga, dan seluruh warga Kabupaten Pacitan.
Sementara itu, Camat Sudimoro, Nasrul Hidayat, menambahkan bahwa tema Laku Suci Noto Jiwo sengaja dipilih sebagai refleksi nilai-nilai yang menjadi pijakan masyarakat di wilayah Sudimoro. Ia menyebutkan bahwa tema tersebut bukan hanya simbol budaya, tetapi juga pesan moral yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini mendorong kita untuk memahami bahwa nilai-nilai luhur seperti kejujuran, gotong royong, dan kesucian niat hendaknya tetap hidup dalam perilaku masyarakat,” jelas Camat Nasrul.

Acara ini terbuka untuk umum, dan Camat Sudimoro mengajak seluruh warga, khususnya masyarakat Kecamatan Sudimoro, untuk hadir, menyaksikan, dan berpartisipasi aktif dalam festival budaya ini.
Dengan digelarnya Capilan Fest #2, diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi momentum kuatnya kesadaran bersama akan pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas lokal dan kekayaan kultural yang patut dibanggakan.(Red/yun).




