BeritaDaerahKeagamaanPariwisataPemerintahanPendidikanSosialwisata

Cahaya Kedermawanan di Pancer Door: Mushola Asri Hadir dari Tangan Riko Sang Dermawan

"Bangunan itu bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kepedulian dan keikhlasan seorang insan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan di tanah kelahirannya"

Pacitan,JBM.co.id- Di balik debur ombak dan semilir angin Pantai Pancer Door, kini berdiri sebuah mushola sederhana yang memancarkan keteduhan. Bangunan itu bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kepedulian dan keikhlasan seorang insan yang menanamkan nilai-nilai kebaikan di tanah kelahirannya.

Sosok tersebut adalah Riko, pemilik toko besi legendaris di Pacitan yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam dunia usaha. Namun lebih dari itu, ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan, yang menjadikan hartanya sebagai jalan untuk menebar manfaat bagi sesama.

Menurut Heri, salah satu warga setempat, mushola yang kini berdiri kokoh di sisi barat kawasan wisata Pancer Door itu hampir sepenuhnya terwujud berkat kontribusi Riko. Mulai dari material alam, bahan pabrikan, hingga tenaga kerja, semua mengalir dari niat tulus yang tak banyak disuarakan. “Saya menjadi saksi, beliau adalah donatur terbesar dalam pembangunan mushola ini,” ungkap Heri, Selasa (28/4/2026).

Di tengah dinamika kawasan wisata yang sempat diwarnai perbincangan sosial, kehadiran mushola ini seakan menjadi penyejuk. Ia bukan hanya melengkapi fasilitas, tetapi juga menghadirkan ruang hening bagi siapa pun yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kini, para pengunjung Pantai Pancer Door tak lagi harus mencari tempat jauh untuk menunaikan ibadah. Di antara panorama alam yang memikat, mereka dapat bersujud dengan tenang, merasakan damai yang menyatu antara alam dan keimanan.

Apa yang dilakukan Riko menjadi pengingat bahwa kebaikan sejati tak selalu membutuhkan sorotan. Ia tumbuh dari keikhlasan, lalu berbuah keberkahan yang dirasakan banyak orang. Sebuah mushola kecil di tepi pantai, namun maknanya begitu luas, menjadi cahaya yang menerangi hati, dan jejak amal yang insyaAllah tak terputus oleh waktu.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button