Tips Isi BBM Sebelum Menyentuh Titik Res, Kepala Disdagnaker Pacitan: Lebih Ringan di Kantong
"Pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat sebaiknya tidak menunggu indikator BBM berada pada posisi kritis atau bahkan berkedip sebagai tanda cadangan bahan bakar hampir habis"

Pacitan,JBM.co.id- Kebiasaan menunggu tangki bahan bakar kendaraan hingga hampir kosong ternyata bisa berdampak pada pengeluaran yang terasa lebih berat. Karena itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan, Acep Suherman, mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola tersebut dengan mengisi bahan bakar minyak (BBM) lebih awal.
Menurut Acep, pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat sebaiknya tidak menunggu indikator BBM berada pada posisi kritis atau bahkan berkedip sebagai tanda cadangan bahan bakar hampir habis. Ia menyarankan agar pengendara segera mengisi BBM ketika indikator mulai berkurang satu hingga tiga bar.
“Jangan menunggu sampai lampu indikator berkedip-kedip. Ketika BBM sudah berkurang sedikit, sempatkan datang ke SPBU untuk mengisi kembali. Tangki bisa penuh lagi tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Acep menjelaskan, sebagian besar masyarakat memiliki kebiasaan datang ke SPBU saat bahan bakar sudah berada di titik “res”. Akibatnya, jumlah BBM yang harus dibeli untuk memenuhi tangki menjadi lebih banyak sehingga pengeluaran yang dikeluarkan sekaligus terasa berat.

“Kalau indikator baru berkurang satu sampai tiga bar lalu diisi lagi, uang yang keluar tidak terlalu besar tetapi tangki sudah kembali penuh. Bahkan membeli BBM jenis Pertamax sekalipun tidak akan terasa berat,” jelasnya.
Selain membantu mengatur pengeluaran, kebiasaan mengisi BBM lebih awal juga memberikan rasa aman saat berkendara. Pengendara tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di perjalanan atau terburu-buru mencari SPBU ketika indikator sudah menunjukkan batas minimum.
Melalui tips sederhana tersebut, Acep berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola kebutuhan bahan bakar kendaraan. Dengan perencanaan yang baik, pengeluaran untuk BBM dapat menjadi lebih terukur tanpa mengurangi kenyamanan dan mobilitas sehari-hari.(Red/yun).




