BeritaDaerahPariwisataPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Bupati Indrata Gaspol Pariwisata Pacitan: Atraksi Penunjang Jadi Kunci Dongkrak Daya Saing

"Disparbudpora saya minta terus mengembangkan inovasinya. Hadirkan atraksi penunjang di destinasi wisata, sehingga pariwisata Pacitan bisa terus berkembang dan maju. Ciptakan kesan mendalam bagi wisatawan, agar mereka membawa cerita eksklusif setelah menikmati wisata Pacitan kepada sanak saudara, sahabat, dan rekan lainnya"

Pacitan,JBM.co.id- Komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah kembali ditegaskan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro.

Orang nomor satu di Pacitan itu secara khusus mendorong Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) agar berani melakukan lompatan inovasi melalui pengembangan atraksi-atraksi wisata penunjang di destinasi unggulan.

Bupati menilai, pengelolaan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam semata. Diperlukan sentuhan kreativitas, konsep atraksi yang terencana, serta pengalaman berwisata yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga tinggal lebih lama dan kembali berkunjung di kemudian hari.

“Disparbudpora saya minta terus mengembangkan inovasinya. Hadirkan atraksi penunjang di destinasi wisata, sehingga pariwisata Pacitan bisa terus berkembang dan maju. Ciptakan kesan mendalam bagi wisatawan, agar mereka membawa cerita eksklusif setelah menikmati wisata Pacitan kepada sanak saudara, sahabat, dan rekan lainnya,” ujar Bupati Indrata melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, Rabu (21/1/2026).

Menurut Bupati, pengembangan atraksi wisata menjadi salah satu kunci strategis untuk meningkatkan length of stay wisatawan di Pacitan. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Dalam konteks tersebut, Bupati mendorong Disparbudpora untuk aktif melakukan studi tiru ke daerah-daerah yang telah sukses mengelola pariwisata berkelas dunia. Destinasi seperti Denpasar di Bali, Lombok, maupun kawasan wisata unggulan lainnya di Indonesia dinilai dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun konsep pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Studi tiru bukan sekadar meniru, tetapi mengambil esensi pengelolaan, manajemen atraksi, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” jelas Luthfi menyampaikan pesan Bupati.

Lebih jauh, Bupati Indrata juga menekankan agar keterbatasan ruang fiskal tidak dijadikan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dalam kondisi tersebut, dibutuhkan keberanian untuk berpikir kreatif dan out of the box, termasuk melalui kolaborasi dengan pihak swasta, komunitas kreatif, serta penguatan peran masyarakat lokal dalam pengelolaan destinasi wisata.

“Keterbatasan anggaran jangan menjadi penghambat. Cari langkah-langkah terobosan agar pengembangan destinasi wisata tetap berjalan dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tegasnya.

Pacitan sendiri dikenal luas sebagai surga wisata bahari di pesisir selatan Jawa. Deretan pantai eksotis, goa-goa alam yang memukau, hingga lanskap perbukitan karst yang menawan merupakan kekayaan alam yang tidak dimiliki semua daerah. Namun, potensi besar tersebut membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengalaman wisatawan.

Bupati berharap, melalui penguatan atraksi penunjang dan inovasi pengelolaan destinasi, Pacitan tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan singgah, tetapi mampu naik kelas menjadi destinasi utama wisata di selatan Pulau Jawa.

“Kelola potensi yang ada dengan baik dan carilah inspirasi yang think out of the box, agar dalam waktu relatif singkat Pacitan benar-benar menjadi surga wisata di Selatan Jawa,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button