BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiInternasionalPariwisata

Bank Indonesia Bali Dukung Sira Village GOB Perkuat Wisata Belanja Dorong Produk UMKM Lokal Tahan Devisa Dongkrak Ekonomi Daerah

Jbm.co.id-DENPASAR | Kehadiran Sira Village Grand Outlet Bali (GOB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia Provinsi Bali.

Destinasi premium outlet pertama dan terbesar di Pulau Dewata itu dinilai mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menilai operasional Sira Village membawa dampak strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Menurutnya, konsep wisata belanja yang dihadirkan mampu meningkatkan daya tarik Bali di mata wisatawan domestik dan mancanegara.

“Pertama, Bali sebagai hub pariwisata kini menambah menu baru berupa branded outlet. Wisatawan tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk berbelanja produk brand, sehingga menahan devisa kita keluar sekaligus menarik wisatawan datang ke Bali. Kedua, kawasan ini menjadi ruang strategis untuk mengangkat produk-produk UMKM lokal dari seluruh Indonesia,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, saat diwawancarai awak media di Grand Opening Sira Village Grand Outlet Bali, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Jumat, 31 Juli 2026.

Pandangan serupa disampaikan praktisi ekonomi sekaligus mantan Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho. Ia menilai konsep outlet terbuka yang diterapkan Sira Village menjadi pembeda dibandingkan pusat perbelanjaan lain di Bali.

Menurut Trisno Nugroho, kawasan seluas 4,7 hektar tersebut mengadopsi konsep premium outlet yang telah berkembang di sejumlah negara, seperti Jepang dan Jerman, dengan keunggulan menawarkan produk merek global dengan harga lebih kompetitif.

“Perbedaan utamanya ada pada penawaran harga yang jauh lebih miring dibanding butik di mal. Disini belanja brand besar global bisa lebih terjangkau. Terlebih lagi sekitar 30 persen tenant ditempati oleh MAP Group yang membawahi merek-merek besar. Sira Village ini unik, terbuka, dan menjadi daya tarik wisata belanja baru yang belum pernah ada di Bali,” kata Trisno Nugroho.

Patut diketahui, pada tahap Soft Opening, sebanyak 104 unit usaha telah beroperasi dari target 130 tenant.

 Sira Village menghadirkan berbagai merek internasional, seperti Coach, Kate Spade, BOSS, Adidas, Nike, dan Puma. Di sisi lain, produk lokal juga mendapat ruang melalui kehadiran Alun Alun Indonesia, Dekranasda, Uluwatu, hingga Jenggala.

Kawasan ini juga menghadirkan sejumlah tenant perdana di Bali, diantaranya toko buku Kinokuniya, Sira Space yang menghadirkan brand premium MAP, serta merek fesyen asal Amerika Serikat, Hazelwood.

Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, mulai bulan depan Sira Village akan menyediakan layanan informasi jadwal penerbangan secara langsung (live flight information) serta shuttle gratis menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

 Fasilitas tersebut memungkinkan pengunjung tetap menikmati aktivitas belanja dan kuliner sambil memantau jadwal keberangkatan pesawat.

Tidak hanya mengedepankan aspek ekonomi, Sira Village juga mengusung konsep ramah lingkungan melalui desain Desa Bhinneka (A Village for Diverse Communities).

Kawasan ini dibangun dengan ventilasi alami, penggunaan material daur ulang, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta menargetkan sertifikasi BCA Green Mark Gold. Sebagai bentuk pelestarian budaya Bali, setiap toko diwajibkan mencantumkan penulisan Aksara Bali.

Sira Village Grand Outlet Bali berdiri di atas lahan seluas 4,7 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun atau sekitar USD85 juta.

Proyek hasil kolaborasi Mitsubishi Estate Group dan PT Bali Turtle Island Development (BTID) ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Bali.

Antusiasme masyarakat terhadap destinasi baru ini terlihat sejak hari pertama beroperasi. Dalam kurun waktu 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, Sira Village berhasil menarik lebih dari 60.000 pengunjung yang berasal dari Bali maupun wisatawan domestik dan mancanegara.

“Melihat lebih dari 52 ribu orang datang dan menikmati Sira Village dalam tiga hari pertama ini, jujur, rasanya haru. Ini bukan cuma soal angka, tapi bukti bahwa mimpi besar kami membangun ruang yang menyatukan alam, budaya, dan masyarakat Bali akhirnya bisa dirasakan langsung oleh banyak orang khususnya warga Bali. Perjalanan menuju hari ini panjang, dan momen seperti inilah yang membuat semuanya terasa berarti,” kata Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya.

Selain menghadirkan pengalaman wisata belanja, pembukaan Sira Village juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, panggung musik, serta Island Bazaar yang melibatkan berbagai pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif di Bali. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button