Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Jembrana Lewat e-Retribusi Parkir Gilimanuk

Jbm.co.id-JEMBRANA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana resmi menerapkan sistem e-retribusi di area manuver dan Terminal Gilimanuk, Selasa, 24 Pebruari 2026.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis menghadapi lonjakan kendaraan menjelang arus mudik Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026.
Digitalisasi retribusi parkir ini menggunakan metode pembayaran non-tunai melalui e-money dan QRIS. Implementasi sistem tersebut mendapat dukungan penuh dari Bank BPD Bali melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyediaan perangkat elektronik tol gate.
Antisipasi Lonjakan Arus di Gilimanuk
Sebagai pintu masuk utama dari Pulau Jawa menuju Bali, kawasan Pelabuhan Gilimanuk dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang sangat tinggi. Digitalisasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalkan potensi kebocoran retribusi.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menegaskan bahwa sistem elektronik ini akan memperkuat akurasi pencatatan transaksi dan transparansi penerimaan daerah.
Dalam tahap evaluasi awal, sejumlah penyesuaian teknis masih dilakukan, termasuk pengaturan tinggi dispenser dan penyediaan struk pembayaran. Sosialisasi juga terus digencarkan karena masih ada pengendara yang belum terbiasa menggunakan e-money.
“Untuk memudahkan warga yang belum memiliki kartu, petugas menyiapkan opsi QRIS serta bantuan transaksi tunai di lokasi,” ungkapnya.
Target Berfungsi Penuh Sebelum Ramadhan 2026
Pemkab Jembrana menargetkan sistem e-retribusi ini berfungsi optimal sebelum memasuki bulan suci Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan peningkatan volume kendaraan yang signifikan di Gilimanuk setiap tahunnya.
Adapun tarif retribusi parkir yang diberlakukan yakni:
Sepeda motor Rp2.000
Kendaraan roda empat Rp3.000
Kendaraan di atas roda empat Rp4.000
Dari sisi teknis, infrastruktur bangunan gate akan disiapkan sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Sementara itu, pemeliharaan alat dan sistem akan diserahkan kepada Pemda satu tahun setelah implementasi berjalan.
Komitmen Perkuat Ekosistem Digital Daerah
Direktur Teknologi Informasi Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung elektronifikasi penerimaan daerah.
“Kami ingin mendukung penuh upaya elektronifikasi di Jembrana, termasuk di kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang mobilitasnya sangat tinggi. CSR perangkat tol gate ini kami berikan agar sistem retribusi lebih aman, akurat, dan tercatat otomatis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem berbasis digital memungkinkan pencatatan transaksi secara real-time sehingga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan sistem yang lebih tertata, transaksi bisa dipantau langsung. Ini membantu pemerintah daerah dalam merapikan penerimaan dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Jembrana,” tambahnya.
Kolaborasi antara Pemkab Jembrana dan Bank BPD Bali ini diharapkan menjadi model percepatan transformasi digital layanan publik di Bali. Dengan sistem yang modern dan transparan, Jembrana menargetkan diri sebagai role model digitalisasi retribusi sektor publik di tingkat daerah. (red).




