BaliBeritaDaerahSosial

Aksi Nyata Partai Perindo di Buleleng, Jro Bima Bersihkan Tugu Amartha dan Serahkan Kursi Roda

Jbm.co.id-BULELENG | Aksi nyata kembali ditunjukkan Partai Perindo di Kabupaten Buleleng, Bali. Melalui kegiatan sosial, jajaran pengurus DPW dan DPD Partai Perindo Bali turun langsung membantu masyarakat sekaligus membersihkan Tugu Perjuangan Desa Patas yang terbengkalai, Jumat, 27 Pebruari 2026.

Foto: Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab disapa Jro Bima, didampingi Ketua DPD Partai Perindo Buleleng Made Suparjo turun langsung membantu masyarakat sekaligus membersihkan Tugu Perjuangan Desa Patas yang terbengkalai, Jumat, 27 Pebruari 2026.

 

 

 

 

Kegiatan dipimpin Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab disapa Jro Bima, didampingi Ketua DPD Partai Perindo Buleleng Made Suparjo.

Serahkan Kursi Roda untuk Warga yang Membutuhkan

Rangkaian aksi sosial diawali dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada warga penyandang disabilitas di dua lokasi berbeda.
Jro Bima menyerahkan kursi roda di Dusun Banjar Sekar, Desa Banjar, Kecamatan Banjar kepada Dewa Made Mahayadnya (25) yang lumpuh sejak kecil.

Bantuan serupa juga diberikan kepada Putu Budiawan asal Kecamatan Seririt yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan bermotor.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian langsung Partai Perindo terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Bersih-Bersih Tugu Perjuangan Desa Patas
Setelah penyerahan bantuan, aksi sosial berlanjut di Tugu Perjuangan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Pengurus DPW, DPD, dan masyarakat setempat bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih di area monumen bersejarah tersebut.

Menurut Jro Bima, kondisi tugu saat ini sangat memprihatinkan. “Saya baru tahu ada monumen perjuangan di desa patas, tapi kondisinya sangat memperihatinkan,” kata Jro Bima.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Partai Perindo bukan semata-mata bermuatan politik.

“Kehadiran partai Perindo di patas bukan semata -mata karena politik tapi lebih kepada rasa kepedulian dan panggilan akan keberadaan tugu Perjuangan ini,” tambahnya serius.

Di hadapan masyarakat Desa Patas, ia juga mengajak warga untuk menjaga dan merawat monumen bersejarah tersebut. “Saya berjanji akan memperjuangkan tugu ini menjadi tugu yang membanggakan masyarakat Gerokgak,” terangnya semangat.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Ketua DPD Partai Perindo Buleleng Made Suparjo menyampaikan komitmen serupa. Ia berjanji apabila Partai Perindo memiliki wakil di DPRD, maka penataan Tugu Perjuangan akan diperjuangkan agar menjadi kebanggaan masyarakat Gerokgak.

Apel Penghormatan dan Pembagian Sembako
Usai kegiatan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan apel penghormatan kepada para pejuang yang gugur di lokasi tersebut, dipimpin langsung oleh Jro Bima. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang terlibat dalam aksi sosial tersebut.

Sejarah Tugu Amartha, Simbol Perlawanan 1948

Tugu Perjuangan Desa Patas yang dikenal dengan nama Tugu Amartha merupakan simbol perlawanan rakyat Gerokgak terhadap agresi Belanda pada tahun 1948. Lokasi tugu dulunya merupakan rumah milik Amat Doyot yang dijadikan markas perjuangan masyarakat Gerokgak melawan penjajah Belanda.

Pada 13 Februari 1948 tengah malam, terjadi penyergapan mendadak oleh pasukan Belanda terhadap markas tersebut. Pertempuran pun tidak terelakkan. Pimpinan pasukan pejuang kemerdekaan Kecamatan Gerokgak saat itu adalah Bapak Sanusi dari Patas dan Bapak Gusti Ngurah Parta dari Sukasada.

Serangan mendadak tersebut menyebabkan tiga pejuang gugur, yakni Jubad asal Desa Pengastulan, I Ketut Nadia asal Desa Gerokgak yang meninggal di lokasi, serta I Gusti Nyoman Mimba asal Gerokgak yang meninggal dalam perjalanan berobat keesokan harinya.

Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat kemudian sepakat menjadikan rumah tersebut sebagai Tugu Perjuangan. Monumen itu akhirnya dibangun pada tahun 1975 dan diberi nama Tugu Amartha. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button