Air Laut Pacitan Surut, Warga Sempat Panik Isu Tsunami
"Perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Tsunami umumnya terjadi setelah adanya gempa bumi tektonik yang cukup kuat, terutama yang berpusat di laut. Hingga saat ini tidak ada laporan gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami"

Pacitan,JBM.co.id-Fenomena surutnya air laut di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Senin (16/2/2026) malam, sempat membuat masyarakat panik. Warga khawatir kondisi tersebut menjadi tanda akan terjadinya tsunami.
Pantauan di beberapa titik pantai menunjukkan garis pantai mundur lebih jauh dari biasanya. Sejumlah warga bahkan terlihat mendatangi bibir pantai untuk melihat langsung kondisi tersebut, sementara sebagian lainnya memilih menjauh karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menanggapi keresahan masyarakat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, menegaskan bahwa surutnya air laut kali ini bukan disebabkan oleh aktivitas gempa bumi.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Tsunami umumnya terjadi setelah adanya gempa bumi tektonik yang cukup kuat, terutama yang berpusat di laut. Hingga saat ini tidak ada laporan gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, fenomena air laut surut bisa terjadi karena faktor alam seperti pasang surut maksimum, fase bulan, maupun kondisi cuaca tertentu. Ia juga memastikan pihak BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan situasi.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu kebenarannya. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kalau memang terjadi gempa yang berpotensi tsunami, pasti ada peringatan resmi dari BMKG. Jadi masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi air laut surut saat ini,” tambahnya.(Red/yun).



