Wayan Bawa Minta Presiden Prabowo Segera Bertindak Akibat Krisis BBM Lumpuhkan Pariwisata Bali: Malu Berita Viral Ditonton Dunia???

Jbm.co.id-BADUNG | Anggota DPRD Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Badung, I Wayan Bawa, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan melontarkan kritik keras krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu antrean kendaraan hingga ratusan meter di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.
Wayan Bawa yang juga Bendesa Adat Seseh mengaku miris melihat masyarakat harus mengantre panjang demi mendapatkan BBM.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi masyarakat kecil yang menggantungkan aktivitas dan penghasilan sehari-hari pada ketersediaan bahan bakar.
Wayan Bawa menilai situasi tersebut menjadi ironi bagi Indonesia yang dikenal kaya sumber daya alam, tetapi masyarakatnya justru kesulitan memperoleh energi untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
“Sebagai masyarakat Bali, saya merasa miris melihat masyarakat kita harus mengantre sampai ratusan meter. Kasihan mereka, apalagi masyarakat kecil. Ini sangat memprihatinkan, negara kita kaya, tetapi rakyatnya justru kesulitan,” tegas Anggota DPRD Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Badung, I Wayan Bawa, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan di Kabupaten Badung, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, antrean BBM yang berkepanjangan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah Pusat bersama pihak terkait, khususnya pengelola distribusi energi, harus segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Wayan Bawa juga meminta evaluasi serius terhadap tata kelola pemerintahan dan distribusi energi.
Wayan Bawa mendorong para wakil rakyat di tingkat pusat agar menyampaikan keresahan masyarakat Bali kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
“Kami punya wakil-wakil rakyat di pusat. Tolonglah berbicara kepada pemerintahan Presiden Prabowo. Sampaikan kondisi yang dialami masyarakat Bali saat ini. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban,” ujarnya.
Desak Menteri ESDM dan Pimpinan Pertamina Dievaluasi
Bahkan, Wayan Bawa secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas atas jajaran yang dinilainya bertanggung jawab atas penanganan persoalan BBM di Bali.
Wayan Bawa meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pimpinan Pertamina yang menangani wilayah Bali dievaluasi. Jika dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan menjamin kelancaran distribusi BBM, Wayan Bawa mendesak agar keduanya dicopot dari jabatannya.
“Ini Presiden Prabowo, pecat saja Menteri ESDM dan Direktur Pertamina Bali jika memang tidak mampu mengatasi persoalan ini. Bali begitu terkenal di dunia, menjadi barometer Indonesia, tetapi sampai terjadi hal seperti ini. Ini sudah tidak benar,” tegas politisi asal Desa Adat Seseh tersebut.
Menurutnya, kelangkaan BBM yang berdampak pada antrean panjang kendaraan bukan hanya menyulitkan masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bali.
Oleh karena itu, penanganan krisis membutuhkan langkah cepat, terukur, dan transparan. Masyarakat, kata dia, membutuhkan kepastian pasokan BBM, bukan sekadar penjelasan mengenai penyebab persoalan.
Citra Bali di Mata Dunia Dipertaruhkan
Wayan Bawa juga mengingatkan bahwa Bali merupakan destinasi pariwisata internasional yang selama ini menjadi salah satu wajah Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, antrean BBM yang berkepanjangan berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pengelolaan kebutuhan dasar di Pulau Dewata. Apalagi, informasi mengenai kondisi tersebut telah menyebar melalui pemberitaan dan media sosial.
“Apa mereka tidak malu? Ini ditonton dunia, beritanya viral sampai ke luar negeri. Bali dikenal di seluruh dunia, tetapi masyarakat kita justru harus menghadapi antrean BBM seperti ini,” ungkapnya.
Wayan Bawa berharap Pemerintah Pusat segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM kembali normal sekaligus mengevaluasi secara menyeluruh penyebab antrean panjang di berbagai wilayah Bali.
Bagi Wayan Bawa, persoalan ini bukan sekadar menyangkut ketersediaan bahan bakar, melainkan juga berkaitan dengan kualitas pelayanan publik, tanggung jawab pejabat, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Wayan Bawa meminta pemerintah tidak membiarkan masyarakat terus menanggung dampak krisis tersebut. Penanganan yang cepat dan terbuka dinilai penting agar aktivitas warga, pelaku usaha, serta sektor pariwisata Bali dapat kembali berjalan normal.
“Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama. Evaluasi atas pihak-pihak yang bertanggung jawab perlu dilakukan agar persoalan distribusi BBM di Bali segera mendapatkan penyelesaian dan masyarakat memperoleh kepastian,” tutupnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




