Sekda Pacitan: Fish Festival dan Pameran Literasi Jadi Ruang Tumbuh Potensi dan Pengetahuan
"Pemerintah Kabupaten Pacitan berupaya menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, menikmati produk lokal, sekaligus memperluas wawasan"

Pacitan,JBM.co.id-Potensi laut dan perikanan bertemu dengan dunia pengetahuan di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan.
Melalui Pacitan Fish Festival dan Pameran Literasi Peradaban Dunia, Pemerintah Kabupaten Pacitan berupaya menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, menikmati produk lokal, sekaligus memperluas wawasan.
Kegiatan yang digelar 20–21 Agustus 2026 tersebut merupakan kolaborasi Dinas Perikanan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan. Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, hadir sekaligus membuka kegiatan.
Menurut Heru, kedua kegiatan tersebut memang memiliki tema yang berbeda. Namun, keduanya memiliki benang merah yang sama, yakni membangun masyarakat Pacitan yang maju melalui kekuatan potensi, pengetahuan, kreativitas, dan inovasi.
“Perpustakaan menyediakan pengetahuan, sementara perikanan menyediakan potensi nyata. Keduanya bisa dipertemukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Heru, Kamis (20/8).
Ia menilai Pacitan Fish Festival tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang pameran produk perikanan. Lebih dari itu, festival menjadi etalase potensi daerah sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat.
Sebanyak 12 Kelompok Pengolah dan Pemasar Produk Perikanan turut ambil bagian. Pameran juga menampilkan potensi perikanan tangkap, perikanan budidaya, produk olahan hasil perikanan hingga berbagai produk UMKM.
Heru mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan sehingga tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Potensi lokal harus mampu dikembangkan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan inovasi. Dengan begitu, produk-produk Pacitan tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi memiliki peluang untuk berkembang lebih luas,” katanya.
Di tempat yang sama, Pameran Literasi Peradaban Dunia menghadirkan sisi lain dari pembangunan masyarakat. Pengunjung diajak mengenal sejarah, budaya, pengetahuan, dan perjalanan peradaban manusia.
Bagi Heru, literasi tidak sebatas kemampuan membaca buku. Literasi merupakan proses membuka wawasan, memahami perubahan zaman, serta belajar dari pengalaman manusia untuk menentukan langkah yang lebih baik di masa depan.
Karena itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda Pacitan.
“Generasi muda harus mengenal akar budaya dan sejarahnya, tetapi pada saat yang sama harus memiliki wawasan global. Kita ingin anak-anak muda Pacitan berakar pada Pacitan, tetapi berpikir untuk dunia,” tegasnya.
Menurut Heru, daerah yang memiliki potensi besar harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan beradaptasi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai unsur lainnya.
Sebab, pembangunan daerah, kata dia, tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Kolaborasi diperlukan agar potensi yang dimiliki Pacitan dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi, sosial, budaya, dan sumber daya manusia.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa sektor perikanan dan literasi bisa saling menguatkan,” ujarnya.
Sekda Heru pun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut. Fish Festival dapat menjadi tempat untuk mengenal dan menikmati produk perikanan Pacitan, sementara Pameran Literasi menjadi ruang untuk melihat, membaca, belajar, dan memperluas wawasan.
“Silakan masyarakat datang bersama keluarga. Jadikan kawasan ini sebagai ruang belajar, berinteraksi, berbelanja, sekaligus berekreasi,” ajaknya.
Dari laut Pacitan, tumbuh potensi. Dari pengetahuan, lahir gagasan. Dan dari kreativitas masyarakat, keduanya dapat dirangkai menjadi kekuatan baru untuk membawa Pacitan terus bergerak maju.(Red/yun).
Berakar pada Pacitan, berpikir untuk dunia.




