Sampahmu-Karyamu di Tabanan: Eka Putra Nurcahyadi Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini Sulap Plastik Jadi Karya Kreatif

Jbm.co.id-TABANAN | Edukasi tentang kepedulian lingkungan dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini.
Hal itu tercermin dalam kegiatan “Sampahmu Karyamu” yang melibatkan siswa SD Negeri 2 Batannyuh di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengolah sampah, terutama botol plastik dan plastik sekali pakai, menjadi berbagai karya kreatif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran agar siswa memahami pentingnya memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., mengapresiasi antusiasme para guru dan kreativitas anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak harus dimulai melalui kegiatan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak bangku sekolah dasar justru dapat membentuk karakter peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sebagai orang tua, Guru Wisesa, sekaligus bagian dari masyarakat Desa Batannyuh merasa bangga dan terharu melihat semangat guru dan kreativitas anak-anak hari ini,” ujarnya.
Eka Putra Nurcahyadi menegaskan, kegiatan “Sampahmu-Karyamu” bukan hanya mengenai hasil karya yang dihasilkan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesadaran anak bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Ia berharap kegiatan kreatif dan edukatif serupa dapat terus dikembangkan serta menginspirasi sekolah lain di Tabanan.
Menurutnya, membangun kesadaran sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi yang peduli terhadap kebersihan, kelestarian lingkungan, dan masa depan daerah.
“Dari anak-anak, untuk lingkungan. Dari hal sederhana, untuk masa depan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan. Ketika kebiasaan menjaga lingkungan mulai dikenalkan sejak dini, kepedulian terhadap sampah diharapkan tumbuh menjadi budaya yang terus dibawa hingga dewasa. (ace).




