BaliBeritaDaerahDenpasarPolitik

Gen Z Berusia 25 Tahun Pimpin Hanura Klungkung, Gede Narayana Bidik 4 Kursi DPRD Klungkung Fokus Perkuat Kader Muda dan Akar Rumput

Jbm.co.id-DENPASAR | Munculnya pemimpin muda di tubuh Partai Hanura Bali menjadi sinyal kuat regenerasi politik menjelang Pemilu 2029.

Salah satu wajah baru yang mencuri perhatian publik adalah Gede Narayana Putra Mahardika  resmi menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Klungkung di usia 25 tahun.

Pelantikan Gede Narayana berlangsung bersamaan dengan pengurus DPD dan DPC Partai Hanura se-Bali di Harris Hotel & Conventions, Denpasar, Minggu, 2 Agustus 2026.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung tersebut membawa semangat baru dengan menempatkan regenerasi kader sebagai salah satu agenda utama kepemimpinannya.

 Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam politik harus dibangun melalui proses belajar dan penguatan organisasi.

“Saya bergabung dengan Hanura murni dari niat sendiri. Saat di kampus saya sudah suka berpolitik, ditambah latar belakang ilmu hukum. Saya pikir, ini saatnya terjun langsung ke dunia politik yang lebih besar,” kata Gede Narayana, yang juga putra dari politisi senior Ni Putu Sri Handayani tersebut.

Selain memperkuat regenerasi, Gede Narayana juga dihadapkan pada tantangan meningkatkan kekuatan Partai Hanura di Kabupaten Klungkung.

Hingga saat ini, Hanura memiliki tiga kursi di DPRD Klungkung yang berasal dari Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida.

Gede Narayana menargetkan penambahan satu kursi lagi agar setiap kecamatan memiliki keterwakilan Hanura di DPRD Klungkung.

​”Minimal kita punya satu kursi perwakilan di setiap kecamatan. Saat ini di Kecamatan Dawan belum ada. Jadi target total ke depan adalah empat kursi,” kata mantan aktivis Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ini.

Untuk mencapai target tersebut, Gede Narayana memilih memperkuat kerja politik yang dekat dengan masyarakat dibandingkan melakukan konfrontasi dengan partai lain.

 Menurutnya, pendekatan berbasis advokasi menjadi strategi yang lebih efektif bagi partai yang sedang berkembang.

“Kami tidak mendobrak secara agresif. Kami gunakan pendekatan personal, perlahan dari akar rumput. Kami cari tahu kendala masyarakat di bawah, lalu masalah itu kami bawa keluar sebagai bentuk advokasi,” kata Gede Narayana.

Disisi lain, kepemimpinannya sebagai representasi Generasi Z juga menghadirkan dinamika baru di internal partai. Perbedaan pandangan dengan kader dari generasi yang lebih senior dinilai sebagai bagian dari proses memperkuat organisasi.

​”Perdebatan internal itu biasa. Saya dari Gen Z, kader lain ada Milenial dan generasi sebelumnya. Tapi dari beda sudut pandang itu kita rangkum ide-idenya untuk menentukan prioritas bersama,” paparnya.

Meski telah dipercaya memimpin DPC Partai Hanura Klungkung, Gede Narayana menegaskan dirinya belum memiliki target pribadi untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Ia memilih memusatkan perhatian pada konsolidasi organisasi dan memahami peta politik di Kabupaten Klungkung.

“Untuk sementara ini belum. Saya ingin fokus belajar dan memahami sistematika politik di Klungkung dulu. Bicara nyaleg rasanya masih terlalu jauh,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button