Di Tengah Himpitan Fiskal, Bupati Pacitan KRT Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, Terus Menyalakan Asa Kesejahteraan Rakyat
"Tantangan fiskal bukanlah alasan untuk menghentikan langkah. Justru dalam keterbatasan itulah diperlukan kreativitas, keberanian, dan kerja keras agar roda perekonomian daerah tetap bergerak"

Pacitan, JBM.co.id-Di tengah tekanan fiskal yang masih membayangi dan krisis ekonomi yang belum sepenuhnya mereda, Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya menjaga laju pembangunan sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Di bawah kepemimpinan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk mewujudkan visi pembangunan yang berorientasi pada kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.
Bagi Bupati Indrata, tantangan fiskal bukanlah alasan untuk menghentikan langkah. Justru dalam keterbatasan itulah diperlukan kreativitas, keberanian, dan kerja keras agar roda perekonomian daerah tetap bergerak. Sejumlah terobosan pun terus dihadirkan guna memperkuat fondasi ekonomi daerah dan membuka peluang baru bagi masyarakat.
Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah peningkatan iklim investasi. Pemerintah Kabupaten Pacitan berupaya menghadirkan lingkungan yang kondusif bagi investor dengan membuka berbagai peluang usaha yang mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan. Kehadiran hotel berbintang, masuknya jaringan ritel modern, hingga berbagai investasi sektor jasa dan perdagangan menjadi bagian dari strategi untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Namun demikian, geliat investasi tersebut tidak lantas mengesampingkan keberadaan pelaku usaha kecil. Bupati Indrata menegaskan bahwa ruang bagi UMKM tetap menjadi prioritas mendasar dalam kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, investasi besar dan pertumbuhan UMKM harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah kebutuhan daerah untuk meningkatkan pendapatan, Pemerintah Kabupaten Pacitan juga mengambil langkah yang berpihak kepada rakyat. Bupati memastikan tidak ada kenaikan pada berbagai komponen pajak dan retribusi daerah, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga jenis pajak daerah lainnya.
“Buat apa PAD meroket kalau rakyat sengsara,” tegas Bupati Indrata, Rabu (17/6/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih penuh tantangan. Bagi Bupati Indrata, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari tingginya pendapatan daerah, melainkan dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang menikmati hasil pembangunan itu sendiri.
Sementara itu, upaya mempercepat pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan. Menyadari keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Bupati Indrata secara intensif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Berbagai skema pembiayaan terus diperjuangkan, termasuk melalui mekanisme tugas pembantuan serta program-program strategis lainnya yang memungkinkan pembangunan tetap berjalan.
Harapan besar pun disematkan pada pembangunan infrastruktur yang lebih merata, mulai dari peningkatan konektivitas wilayah, penguatan akses ekonomi masyarakat, hingga penyediaan sarana pendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, Pemerintah Kabupaten Pacitan memilih untuk tetap melangkah dengan optimisme. Sebab bagi Bupati Indrata, pembangunan bukan sekadar soal angka dan statistik, melainkan tentang menghadirkan harapan, menjaga kesejahteraan, serta memastikan masyarakat Pacitan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih bahagia, dan lebih sejahtera dari waktu ke waktu.(Red/yun).




