Nelayan Pantai Bakung Gelar Ritual Tahun Baru Islam, Panjatkan Doa untuk Keselamatan dan Kelimpahan Rezeki
"Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghambaan dan permohonan kepada Sang Pencipta agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut"

Pacitan,JBM.co.id- Nuansa religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti pesisir Pantai Bakung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, saat para nelayan yang tergabung dalam paguyuban “Baruna Sakti” menggelar ritual menyambut pergantian Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H, Selasa (16/6/2026) petang. Tradisi yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus ikhtiar batin memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Sejak petang hari, para nelayan berkumpul di tepi pantai dengan membawa ingkung sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Di bawah semilir angin laut dan debur ombak yang mengiringi, mereka melaksanakan doa bersama, memanjatkan harapan agar tahun yang baru membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat nelayan.
Salah seorang nelayan, Endrian Pamungkas, mengatakan bahwa ritual tersebut diisi dengan penyajian ingkung dan doa bersama yang diikuti seluruh kelompok nelayan di Pantai Bakung.
“Setiap kelompok dimintai urunan satu ingkung. Saat ini ada sekitar 54 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan tiga orang nelayan,” ujar Endrian.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghambaan dan permohonan kepada Sang Pencipta agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.
Pada hari pelaksanaan ritual, seluruh nelayan juga sepakat untuk tidak melaut. Mereka memilih meluangkan waktu untuk berdoa dan bermuhasabah, memohon perlindungan dari berbagai bahaya yang mungkin mengintai di tengah lautan.
“Ritual ini diharapkan agar semua nelayan diberikan kesehatan, keselamatan, dan dimudahkan rezekinya,” tegasnya.
Kebersamaan yang terjalin dalam ritual tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong dan spiritualitas masyarakat pesisir. Di tengah tantangan alam yang kerap dihadapi para pencari nafkah di laut, doa menjadi penguat harapan, sementara tradisi menjadi pengikat persaudaraan.
Melalui momentum Tahun Baru Islam, para nelayan Pantai Bakung berharap lembaran waktu yang baru membawa kehidupan yang lebih baik, hasil tangkapan yang melimpah, serta perlindungan Allah SWT dalam setiap langkah dan pelayaran mereka mengarungi samudra.(Red/yun).




